by

Melihat Teman Kos Salat, Gadis Ini Memutuskan Jadi Mualaf

Ilustrasi Photo: Copyright Thinkstockphotos.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Untuk memantapkan hati demi berpindah keyakinan tentu bukan perkara
yang mudah. Ya, meskipun pada dasarnya setiap orang berhak untuk
memutuskan dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Termasuk saat
memutuskan untuk memilih keyakinannya sendiri. Meski begitu, tetap saja,
pindah keyakinan adalah suatu perkara yang sangat tidak mudah. Hal ini
harus dipikirkan secara matang-matang dan juga harus diyakini dengan
baik apakah keputusan yang ada di otak sama dengan yang ada di hati.
 
Mengenai
pindah keyakinan, jika sebelumnya ada 5 artis yang memilih pindah
keyakinan dan memantapkan hati untuk masuk Islam, atau seorang gadis
yang memantapkan hati menjadi mualaf setelah melihat iklan sirup di
televisi, kali ini seorang wanita juga telah mengikrarkan diri memeluk
Islam setelah ia tertarik dengan Islam dan melihat teman kos menunaikan
ibadah Salat.

Dikutip dari laman merdeka.com,
wanita yang terbilang masih sangat muda tersebut bernama Gisella Yurike
(24). Ia adalah salah satu pegawai swasta di Jakarta. Ia mengatakan
bahwa ia telah yakin menjadi seorang mualaf dan memeluk agama Islam.
Menurut alumni salah satu Universitas di Bandung ini, pindah keyakinan
sebenarnya tak pernah terlintas sama sekali di benaknya. Namun, dari
hari ke hari hatinya terus bergejolak dan menuntunnya untuk menjadi
seorang mualaf.

Gejolak yang ada di hati ini sendiri dikatakan
semakin kuat saat ia sedang kuliah di Bandung dan tinggal satu kos
dengan teman-temannya yang mayoritas beragama muslim. Ia menjadi
tertarik mempelajari Islam lebih dalam setelah ia melihat teman kos
menunaikan salat. Kepada wartawan wanita yang kerap disapa dengan Ikke
ini mengatakan,
 
 
“Waktu
itu ketika aku kuliah di Bandung, aku melihat teman satu kos sedang
menunaikan salat. Saat itu memang aku sedang tidak ada pegangan sama
sekali. Memang, aku adalah penganut salah satu agama tapi aku tak pernah
merasa beriman. Pada saat melihat teman salat ini, aku berpikir bahwa
orang muslim menarik. Mereka bersuci dulu sebelum salat atau bertemu
dengan TuhanNya. Ini menarik hatiku dan aku mulai belajar lebih dalam
mengenai Islam.” 
 

Setelah
mempelajari berbagai buku, membaca lagi Al-Kitab, membaca terjemahan
Al-Quran dan mencari referensi mengenai mualaf selama dua tahun, Ikke
memantapkan hati untuk menjadi mualaf. Tepat pada tanggal 4 Desember
2014, Ikke mengucapkan dua kalimat sahadat dan resmi masuk Islam.
Selepas menjadi mualaf ini, Ikke sempat mengasingkan diri selama 4
bulan. Skripsi yang ia kerjakan tak pernah ia sentuh hingga suatu ketika
ia membicarakan apa yang telah dilakukannya dengan dosen pembimbing.
Beruntung, dosen pembimbingnya begitu memahaminya dan Beliau juga
memperkenalkan Ikke kepada orang-orang yang memutuskan menjadi mualaf
juga. Dari sini, Ikke semakin yakin tentang Islam.

Namun,
permasalahan tak selesai sampai di sini saja. Menjadi mualaf bukan
perkara mudah bagi Ikke. Apalagi, saat itu ia masih merahasiakan hal ini
kepada orang tua, kerabat juga sahabat yang sebagian besar adalah
non-muslim. Namun, setelah menunaikan Salat Tahajud selama 7 malam,
keajaiban itu datang. Ikke pun memberanikan diri mengatakan pada orang
tua bahwa ia telah masuk Islam dan menjadi mualaf selama 10 bulan.(vem/mim)

Comment

Rekomendasi Berita