by

Meski Dia Anak Adopsi, 15 Tahun Sudah Kami Merawatnya dengan Hati

Foto: copyright shanghaiist.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Berbuat baik atau melakukan suatu kebaikan kadang tak perlu terlalu
banyak alasan. Saat hati sudah berbicara, kita akan tergerak sendirinya
untuk melakukan sebuah kebaikan. Dan sungguh orang-orang yang punya
ketulusan hati berbuat kebaikan itu memang mereka yang sangat istimewa
dan luar biasa.

Kisah pasangan suami istri ini pun sangat menyentuh hati. Dilansir dari shanghaiist.com,
Li Huanmei dan suaminya Zhao Yuchun selama 15 tahun ini merawat seorang
anak adopsi. Berawal dari suatu hari pada musim dingin tahun 2001 lalu,
Li yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah rumah sakit di
kota Datong melihat seorang bayi yang diterlantarkan begitu saja di
lorong rumah sakit. Ia pun langsung membawa pulang bayi itu dan
merawatnya di rumah.

Foto: copyright shanghaiist.comFoto: copyright shanghaiist.com


Li
menceritakan bahwa sebagian besar bayi yang dibuang dan diterlantarkan
di rumah sakit adalah bayi-bayi yang mengalami penyakit bawaan sejak
lahir. Li pun tak sampai hati jika harus membiarkan seorang bayi yang ia
temukan tahun 2001 lalu tersebut terlantar begitu saja. Dan ternyata
bayi tersebut menderita penyakit serebral palsi yang parah sampai-sampai
ia kesulitan untuk minum susu.

Kerabat Li membujuknya untuk
melepas bayi tersebut. Namun, Li dan suaminya bersikeras untuk merawat
anak adopsi yang mereka beri nama Zhao Likun. Karena Likun harus selalu
didampingi dan dirawat, Li dan Zhao harus bisa bergantian menjaganya.
Kalau Li bekerja, Zhao yang menjaga Likun, begitu pula sebaliknya.

Foto: copyright shanghaiist.comFoto: copyright shanghaiist.com

Likun
di usianya yang sudah remaja ini masih belum bisa mengunyah makanan.
Sehingga Li dan Zhao harus menyuapinya seperti induk burung memberi
makan anaknya. Zhao akan mengunyah makanan di mulutnya terlebih dahulu
baru menyuapkannya ke mulut Likun. “Butuh waktu dua jam untuk
menyuapinya seporsi makanan. Dia makan tiga kali sehari, jadi waktu
untuk makan saja butuh enam jam lebih,” papar Zhao.

Meski
usianya 15 tahun, IQ Likun sama dengan balita berusia tiga tahun.
Merawat Likun dengan kondisinya itu sungguh tak mudah, ya Ladies.
Apalagi Li dan Zhao juga punya seorang putri kandung yang kini usianya
14 tahun. Meski begitu, walau hidup kekurangan mereka merasa hidup
mereka cukup bahagia.

Foto: copyright shanghaiist.comFoto: copyright shanghaiist.com

Namun,
ujian kembali datang. Baru-baru ini, Li didiagnosis menderita kanker
leher. Tapi dia memutuskan untuk berhenti menjalani pengobatan karena
keluarganya tak mampu membiayainya. Dengan kondisi Li yang seperti itu,
Zhao kini harus berjuang lebih keras memenuhi kebutuhan keluarga.
Beruntung, mereka juga mendapat bantuan dari sejumlah kerabat mereka.

Kisah
mereka pun telah membuat hati netizen tersentuh. Merawat seorang anak
yang bukan darah daging mereka sendiri selama 15 tahun dengan berbagai
ujian yang ada sungguh sebuah pengorbanan yang besar. Semoga mereka
punya kekuatan untuk bertahan dan melalui semua ujian hidup itu.[vem]

Comment

Rekomendasi Berita