by

Optimalkan KKG/MGMP Untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Wahyuning
Widhiati (berdiri) menyampaikan pengalamannya mengoptimalkan MGMP
Bahasa Inggris dalam acara Kopi Darat Diskusi Pendidikan
yang diselenggarakan di Kemendikbud, Jakarta, 8 Juni 2016.[Kholil/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP) yang difasilitasi dengan baik dan relevan dengan kebutuhan guru
untuk meningkatkan kompetensinya sangat berdampak dalam peningkatan
kualitas pembelajaran. KKG/MGMP menjadi wadah untuk berbagi pengalaman
keberhasilan atau menyelesaikan masalah yang ditemui
dalam pembelajaran. Melalui forum pertemuan tersebut, para guru jadi
bisa saling belajar dari pengalaman sesama guru.



Hal
itu disampaikan Wahyuning Widhiati, Sekretaris MGMP Bahasa Inggris
Banjarnegara, Jawa Tengah, dan Subagyo Pengawas Sekolah Dasar yang
menjadi fasilitator dan pendamping
KKG di Kecamatan Taman, Sidoarjo, pada acara Kopi Darat Diskusi
Pendidikan dengan tema “Apa Kabar Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah
Guru Mata Pelajaran?” yang diadakan di Kemendikbud, Jakarta, Rabu
(8/6/2016). Subagyo dan Wahyuning adalah fasilitator pembelajaran
USAID PRIORITAS yang melatih
dan
mendampingi
guru dan kepala sekolah,
yang salah satu strateginya memanfaatkan forum KKG/MGMP.



Subagyo
menyatakan bahwa sebelumnya KKG di tempatnya lebih sering dijadikan
tempat berkumpul guru-guru hanya untuk ngobrol, makan bersama, bahkan
melakukan kegiatan
arisan. Adanya program USAID PRIORITAS, program pengembangan
keprofesian berkelanjutan (PKB), dan dukungan kebijakan Bupati Sidoarjo
yang mengeluarkan Perbup Nomor 38/2013 tentang Pembinaan dan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, membuat dia berinisiatif untuk memberdayakan KKG di
daerah dampingannya. 
“Perbup Nomor 38/2013 salah satu isinya mewajibkan
guru untuk
menyisihkan 5% dana tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk peningkatan kompetensinya.

Hal ini menjadi peluang bagi saya untuk mendorong guru meningkatkan
kompetensinya terkait program PKB dengan memanfaatkan USAID PRIORITAS
yang kegiatannya secara terjadwal dilaksanakan di KKG,” katanya.



Dengan inisiatifnya Subagyo melakukan sosialisasi
kepada
kepala sekolah dan guru tentang, mengidentifikasi pelatihan yang
dibutuhkan guru, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, K3S, dan
fasilitator daerah (Fasda) USAID PRIORITAS
untuk menyusun jadwal kegiatan pelatihan guru secara berkelanjutan di
KKG. 
“Dampak dilaksanakannya KKG yang optimal antara lain guru sudah
menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, p
enataan
kelas lebih kreatif
, hasil
karya siswa lebih
bervariasi dan dipajangkan,” jelas Subagyo.



Wahyuning
mengungkapkan bahwa pertemuan MGMP kini menjadi sesuatu yang ditunggu,
karena selalu ada hal baru yang dilatihkan, implementatif, dan sesuai
dengan kebutuhan
guru.
Pertemuan rutin
yang
dilaksanakan
MGMP bahasa Inggris di tempatnya adalah
setiap hari
Selasa dengan mengangkat tema yang aktual
“Optimalnya kegiatan dalam MGMP, dampak yang sudah kami rasakan antara
lain dalam kancah lomba penulisan karya ilmiah di Kabupaten
Banjarnegara, sekarang guru bahasa Inggris juga banyak ambil peran, y
ang
sebelumnya sering dikuasai mapel Mat
ematika
dan IPA. Bahkan guru bahasa Inggris bisa menjadi
juara 1 lomba penelitian tindakan kelas (PTK) dan guru berprestasi
tahun 2016. Selain itu, media sosial marak akan posting pembelajaran di
kelas

sebagai ajang tukar pengalaman
guru,” papar Wahyuning.[Kholil]

Comment

Rekomendasi Berita