by

Pamsimas III Latih Calon Fasilitator Menuju “AIR BERSIH 100%”

RADARINDONESIANEWS.COM, KEDIRI – Satuan
Kerja Pembinaan Pamsimas Ditjen Cipta Karya melaksanakan Pelatihan
Fasilitator Tahap 1 Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis
masyarakat (PAMSIMAS) III TA 2016 yang diselenggarakan di Hotel Grand
Surabaya Jawa Timur, mulai tanggal 07-18 Juni 2016.

Program PAMSIMAS III merupakan kelanjutan dari Program PAMSIMAS II yang
bertujuan untuk meningkatkan akses warga masyarakat terhadap pelayanan
air minum dan sanitasi, serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan
sehat di masyarakat. Dengan motto PAMSIMAS “AIR BERSIH 100% – KAWASAN
KUMUH 0% – SANITASI 100%”. 

Dalam RPJMN 2015-2019, Pemerintah Indonesia telah mengambil inisiatif
untuk melanjutkan komitmennya dengan meluncurkan program nasional
Universal Access 2019 dengan capaian target 100% akses air minum dan
sanitasi bagi seluruh penduduk Indonesia.

Untuk menyukseskan Program PAMSIMAS III 2016-2019 khususnya di Jawa
Timur maka diadakan Pelatihan Fasilitator Tahap 1 sebanyak 195 peserta.
Pelatihan Fasilitator Tahap I ini, bertujuan untuk menyiapkan calon
fasilitator agar mampu bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
yang ditentukan program, khususnya dalam mendampingi masyarakat
desa/kelurahan reguler pada tahapan identifikasi masalah dan analisis
situasi serta perencanaan kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi,
mendampingi masyarakat desa/kelurahan pasca pada tahapan pengoperasian,
pemeliharaan dan pengembangan sarana air minum dan sanitasi yang telah
dibangun; serta keberlanjutan sarana dan kegiatan penyediaan air minum
dan sanitasi.

Dwi peserta pelatihan mengaku sangat senang mengikuti pelatihan ini, karena banyak pengetahuan baru tentang dunia pemberdayaan. 

“ saya sangat senang dalam pelatihan ini, karena kami mendapatkan ilmu
pengetahuan dan keterampilan tentang teknik SAMS dan tentang
pemberdayaan masyarakat, apalagi pelatihan ini dilakukan secara  efektif
dan berkualitas,” ujar Dwi.

Pelatihan ini diharapkan nantinya fasilitator faham tentang tujuan dan
alur program Pamsimas III. Dari kegiatan ini, tersedia fasilitator
sejumlah kebutuhan setiap provinsi lokasi program PAMSIMAS III yang siap
melaksanakan tugas pendampingan masyarakat, sesuai tujuan dan ketentuan
program PAMSIMAS III, khususnya untuk pendampingan masyarakat dalam
rangka menyusun perencanaan pembangunan penyediaan sarana air minum dan
sanitasi berbasis masyarakat.

Kemudian ketika di singgung berita tentang hidangan yang tidak layak
diberikan pada peserta pelatihan, pihak Managemen Hotel Grand Surabaya
ketika dikonfirmasi oleh Radarindonesia mengatakan bahwa issu tentang
nasi dan lauk basi yang diberikan kepada peserta pelatihan itu tidaklah
benar. 

“issu tidak benar, karena nasi yang disajikan dalam buka puasa tersebut
dalam keadaan tertutup yang mengakibatkan menguap didalam wadahnya,
ketika wadah nasi dibuka terkesan seperti aroma basi, kemudian soal lauk
ayam yang basi atau masih ada darahnya kami juga membatah, karena lauk
ayam tersebut tidak hanya sekedar di goreng, melainkan dimasak bumbu
tauco, jadi kesannya seperti kemerah-merahan seperti masih ada
darahnya,” Ujar Ghulam manager Hotel Grand Surabaya. 

“Pada prinsipnya kami memberikan pelayanan yang terbaik untuk peserta pelatihan Fasilitator Pamsimas III, Pungkasnya”. (Pick)

Comment

Rekomendasi Berita