by

Ribuan Buruh Jatim Siap Gelar Aksi Solidaritas Bagi Guru Samhudi

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
(KSPI) menyampaikan keterangan pers nya mengecam keras tindakan
kepolisian Sidoarjo yang diduga “mengkriminalisasi” Mohamad Samhudi
seorang guru di SMP Raden Rahmat, Balongbendo, Sidoarjo.
Seperti
diketahui pada Rabu (29/6) ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan
Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi unjuk
rasa sebagai bentuk solidaritas ke Pengadilan Negeri Sidoarjo dengan
longmarch dari alun-alun (depan Masjid Agung) menuju Pengadilan Negeri
Sidoarjo. 
Adapun aksi unjuk rasa ini sebagai
bentuk untuk memberikan pembelaan terhadap Samhudi, yang dijadikan
terdakwa karena diduga mencubit salah satu siswanya. Yang mana menurut
pernyataan sebelumnya Samhudi mengaku tidak pernah mencubit siswanya
dengan tuduhan luka hingga cubit 3 buah itu. 
Menurut Samhudi sebelumnya, pihaknya hanya meminta siswa itu salat
Dhuha berjamaah namun korban dan empat rekannya justru
bersembunyi di sungai dekat sekolah. “Saya tidak mencubit atau
menganiaya sesuai tuduhan. Saya hanya mengelus pundaknya,” 
 
Menurut Iqbal Presiden KSPI menyampaikan,
tindakan polisi yang dengan gampang mengkrimimalisasi terus terjadi.
Sebelumnya, polisi juga diduga melakukan kriminalisasi terhadap 26
aktivis yang menolak PP Pengupahan.
“Ini tidak
sesuai dengan janji Kapolri yang baru saat fit and proper tes beberapa
waktu lalu. Dimana saat itu dikatakan, Kepolisian akan mengedepankan
profesionalisme dan tindakan persuasif kepolisian dalam menangani
masalah sosial,” lanjut Iqbal menimpali.
Tindakan
guru Samhudi pada muridnya adalah dalam rangka pembinaan dan curahan
rasa sayangnya kepada para muridnya. Bukan sebagai bentuk kekerasan atau
kejahatan. Jadi tidak tepat jika kepolisian, kejaksaan, dan hakim
“mengkriminalisasi” guru Samhudi.
Oleh karena
itu, KSPI mendesak Mabes Polri dan Mapolda Jatim agar menurunkan Propam
Polri untuk memeriksa Kepolisian Sidoarjo dan mendesak hakim pengadilan
Sidoarjo menghentikan “pengadilan yang menyesatkan” ini. 
Said
Iqbal mengaku sudah berkoordinasi dengan elemen buruh di Jawa Timur
untuk melakukan aksi solidaritas terhadap Samhudi yang notabene anggota
PGRI, yang berafiliasi dengan KSPI. “Ribuan buruh se Jatim akan
melakukan aksi solidaritas untuk guru Samhudi pasca lebaran,” tegas
Presiden KSPI/Deklarator RRI, Said Iqbal..[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita