by

Stefy Edwin Tanor: Bangsa Ini Bangsa Yang Aneh

Stefy Edwin Tanor saat deklarasi Koperumnas di gedung Smesco.[Suroto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ungkapan pedas ini dilontarkan Stefy Edwin Tanor, Ketua Umum Induk UMKM Indonesia dalam kesempatan deklarasi Koperasi Perumahan Nasional (Koperumnas), Gedung Smeso Jakarta, Jumat (17/6).
Dalam kesempatan deklarasi itu hadir utusan dari 7 provinsi di Indonesia ditambah utusan khusus dari Papua. Deklarasi Koperumnas menurut Stefy didasari pertimbangan dan tujuan untuk membantu masyarakat ekonomi mikro dan mengakomodasi kebutuhan spesifik di bidang perumahan. Stefy melihat banyaknya masyarakat kecil yang belum memiliki rumah.
Sistem perbankan yang tidak memihak kepada rakyat kecil menyalurkan dana dalam hal perumahan ini menjadi salah satu faktor lahirnya Koperumnas. Deklarasi Koperumnas menjadi sebuah inisiasi dalam rangka meretas kendala yang dihadapi masyarakat ekonmi mikro terkait dengan banking loan.
Stefy menyebut sistem perbankan konvensional yang tidak memihak kepada rakyat kecil seperti pedagang asongan dan pedagang kaki lima (PKL) ini sebagai inhumanitarian. Pasalnya rakyat kecil tidak bankable dan tidak memiliki jaminan. 
Dalam kesempatan deklarasi Koperumnas itu, Stefy juga menyayangkan sistem perbankan konvensional yang tidak mengakomodir dan kurang menghargai kreativitas anak bangsa.
Stefy mencontohkan salah satu keanehan bangsa ini dengan produk teknologi gadget OPO yang merupakan karya anak Bandung itu harus menjadi milik bangsa lain hanya karena sulitnya dukungan keuangan perbankan untuk pengembangan produk tersebut. OPO adalah gadget teknologi yang ditemukan dan dirancang oleh anak bangsa namun produk tersebut kemudian manjadi milik China karena dibeli dan kemudian dikembangkan secara masif di China. Stefy juga melihat hal yang sama dengan produk parabola dan motor listrik  ITB yang kemudian diklaim sebagai hasil karya teknolgi Jepang.
Melihat kondisi inilah Induk UMKM kemudian mendeklarasikan Koperumnas sebagai salah satu implementasi dan perwujudan ekonomi dengan pendekatan yang lebih humanitarian. Induk UMKM ke depan memberikan fasilitas pembiayaan tanpa jaminan dan tanpa bunga. 
“Hal ini sangat  mungkin dilakukan dengan tidak mengandalkan sumber cadangan devisa atau APBN  tetapi harus meng-create dari luar. Kita minta bantuan dari luar dalam rangka kesetaraan.” Imbuh Stefy.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita