by

Hatta Taliwang: Keturunan Cina Ingin Kuasai RI, Diantaranya Ahok, Hary Tanoe & Setnov

Hatta Taliwang
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Indonesia  telah lama menjadi target untuk dijadikan tanah baru mereka. Karenanya China di Indonesia dan  para
China perantauannya sudah mulai masuk dalam pertarungan politik praktis
dengan mendirikan  partai politik dan bahkan  menguasai partai politik
lainnya dengan tujuan politik untuk Presiden Indonesia.
 
Demikian dikatakan Direktur Institute Soekarno Hatta, Hatta Taliwang kepada suaranasional, Ahad (17/7).
Kata Hatta, warga keturunan China ingin menguasai Indonesia
melalui kegiatan politik di antanya Ahok, Harry Tanoesoedibiyo, dan
Setya Novanto.
Kekhawatiran terhadap China perantauan ini terutama karena RRC menganut paham dwikewarganegaraan (ius sanguinis).
“Sekalipun Ahok misalnya Warga Negara Indonesia, namun bagi RRC dia
juga warga negaranya. Sehingga loyalitas ganda ini lebih banyak
merugikan Indonesia yang menganut azas kewarganegaraan ius solli (
loyalitas pada satu negara dimana dia dilahirkan),” ungkap Hatta.
Menurut Hatta, bagi Indonesia keturunan Arab, India, Pakistan, dan
Persia tidak ada masalah karena negaranya menerima azas ius solli
apalagi mereka umumnya sudah berbaur dalam budaya dan agama dengan
pribumi Indonesia.
“Etnis China di Indonesia, berperan dari bermain di belakang layar
hingga tampil langsung untuk mendominasi politik kekuasaan Indonesia.
Dengan perkataan lain Etnis Cina di Indonesia sedang berusaha keras
untuk menggeser posisi politik Pribumi Nusantara sebagai penguasa
nasional,” papar Hatta.
Kata Hatta, Indonesia diperkirakan menjadi negara yang paling banyak
perantau China-nya. Menurut Kompas lk 8.000.000 orang sementara Prof DR.
Sri Bintang Pamungkas menduga lk 25 juta,” jelas Hatta.
Hatta mengatakan, di Indonesia secara kasar dikategorikan ada China
Totok atau China Singke, China kelahiran Indonesia, dan China keturunan,
serta Cina yang telah berasimilasi dengan Pribumi Nusantara. China yang
mau berasimilasi secara pisik ( kawin mawin dengan Pribumi) dan
menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan budaya setempat, tidak hidup
secara ekslusif. Mereka ini sudah masuk dalam kategori bumiputera atau
pribumi. Demikian temuan penelitian Dr. M.Dahrin La Ode, M.Si seorang
ahli politik etnisitas, juga Dosen Universitas Pertahanan Indonesia
(Unhan).
“Di satu sisi masih banyak pula China yang menolak untuk berasimilasi
secara pisik dan budaya, tetap mempertahankan cara hidup eksklusif,
merasa dirinya lebih terhormat dari pada Pribumi dengan perkataan lain
orang China menganggap dirinya superior sedangkan Pribumi adalah
inferior,” jelas Hatta.
Menurut Hatta, sikap psikologis sosial orang China seperti itu
merupakan bagian dari stratifikasi kolonial Belanda dahulu, yakni
stratifikasi pertama Kolonial Belanda, stratifikasi kedua orang China,
dan stratifikasi ketiga adalah Pribumi yang dijajah oleh Belanda.
“Di samping itu, juga karena kebijakan ekonomi Orba membuat orang
China tumbuh pesat pada aspek ekonomi sehingga banyak orang China yang
jadi kaya raya. Dari hasil itu, membuat sikap psikologis sosial semakin
ekslusif,” kata Hatta.
Dengan kekuatan ekonominya yang dominan itu, maka ada kekhawatiran
China akan mengakuisi atau menguasai Indonesia secara mutlak. Apalagi
sekarang China singke atau China Totok yang tidak mau berasimilasi
umumnya yang tergolong dalam 9 NAGA itu sudah mempunyai ambisi untuk
menguasai politik Indonesia.
Menurut Hatta, secara informal mereka sudah mengatur kekuasaan dari
belakang layar terutama sejak Orba dan makin menjadi lebih kuat sejak
era Reformasi.
Di era Orba mereka hanya mempengaruhi Soeharto dalam bidang ekonomi.
Namun di era Reformasi mereka telah mengatur dari belakang layar.
Sekarang mereka ingin tampil langsung mengatur kekuasaan.
“Di beberapa daerah mereka sudah berkuasa. Baik yang China totok
maupun yang China campuran. Dengan kekuatan ekonomi ditangan mereka
secara telak dan ambisi politik RRC serta ambisi politik China rantau
siapa yanh jamin dalam beberapa tahun ke depan terjadi politik apartheid
atau penjahahan oleh China terhadap Indonesia?” tanya Hatta.
[ermuslim]

Comment

Rekomendasi Berita