by

JALA Akan Gelar Pengadilan Rakyat Terhadap Ahok

Sri Bintang Pamungkas.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Beberapa elemen masyarakat yang tergabung dalam Posko
JALA (Jaringan Aksi Lawan Ahok) telah melangsungkan pertemuan kemarin
pada sabtu (16/7) 2016 guna konsolidasi yang rencananya akan menggelar
pengadilan rakyat terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
alias Ahok pada akhir bulan Juli ini.
”Pengadilan rakyat yang akan
digelar itu soalnya dirasa aparat penegak hukum yakni seperti KPK, Polri
dan Kejaksaan, yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Basuki. Kita
mengalami ‘kemacetan’ dalam segi hukum, nampak soalnya dalam berbagai
kasus yang antara lain kasus reklamasi teluk Jakarta (grand corruption),
kasus RS Sumber Waras, kasus penggusuran (pelanggaran HAM), dan
lain-lain. Ini merupakan salah salah bentuk perlawan atas penindasan dan
penjajahan gaya baru yang dialami oleh warga Jakarta. Maka kami pada
rapat koordinasi yang diselenggarakan hari ini bersama berbagai elemen
masyarakat,” ujar Sri Bintang Pamungkas, yang merupakan salah satu tokoh
senior aktivis anti Soeharto di era Orde Baru (Orba) pada awak
media selepas menghadiri acara pertemuan dengan perwakilan elemen
masyarakat itu di di Jalan Guntur 49, Setia Budi, Jakarta Selatan, Sabtu
(16/7).
“Sudah pasti dari warga jakarta utara
berkumpul, seperti yang sudah kita tahui korbannya banyak itu dari
wilayah jakarta utara. Sepuluh juta jiwa total penduduk kira-kira jika
dikalkulasikan, estimasi kehadiran sepuluh ribu massa sudah cukup
mewakili nanti saat pengadilan rakyat nanti,” ujar Sri Bintang lebih
lanjut mempertegas.
Senada dengan pandangan Sri
Bintang Pamungkas, salah seorang purnawarian TNI (AD) Adityawarman
Thaha juga turut hadir mengatakan pengadilan rakyat esok bagi ahok itu
bukan menunjukan bentu bahwa anti china, namun salah satu bentuk
perlawanan terhadap mafia China yang notabene pengusaha Hitam. “Kami
anti aseng (mafia china yang pengusaha hitam), soalnya sebagian china
namun menguasai. Dalam islam diajarkan untuk menerima siapa saja, karena
memahami tentu bisa. Namun ini ‘aseng’ itu penghianat bangsa yang
diperalat oleh Asong dan Asing,” imbuh mantan perwira tinggi TNI AD
berpangkat Brigjen (purn) yang pernah memangku beberapa jabatan
kemiliteran, bahkan selaku staf ahli Panglima TNI itu berkata
menekankan.
Sementara itu, John Irfan selaku
perwakilan elemen masyarakat JALA (Jaringan Aksi Lawan Ahok)
menyampaikan bahwa kemungkinan besar Ahok sudah pasti tidak akan berani
hadir, itu karena dia saja tidak mau dekat ketika terjadi penggusuran.
Ditambah lagi sering membabi buta, ini autis mulut, dia ngomong kasar,
bila dia bertahan itu pilihan dia. berarti akan ada konsekuensi logis,”
ujar mantan aktivis gerakan’98 itu. Soalnya, menurut John Irfan bahwa
persoalan penegakan supremasi hukum ini sudah menjadi perdebatan, bukan
hanya di Indonesia. Karena adanya conflict interest, ini ada
situasi-situasi yang global.
Kemudian
selanjutnya Sunarto selaku Koordinator JALA mengatakan,“Padahal bangsa
Indonesia adalah bangsa yang memiliki toleransi yang tinggi, kebebasan
beragama, tidak ada dikotomi antara pribumi dan pribumi. Ramah tamah,
budaya toleransi dan sumberdaya alam melimpah, setiap bangsa yang datang
diberikan toleransi, namun ketika menguasai tolong jangan
menginjak-injak harkat martabat kami sebagai pribumi,” jelasnya. 
“Ketika
ahok menindas warga di pesisir utara, bukankah ahok anti pribumi, dan
tapi apakah ketika kami melawan ahok apakah itu juga kami anti china ?,”
imbuhnya menimpali lagi.
“Kami tegaskan
pribumi adalah pendiri dan penggagas NKRI, pribumi adalah pemilik NKRI,
dan pribumi adalah penguasa NKRI. Pengadilan Rakyat nanti harapannya
adalah tolak ukur sejauh mana pemerintahan saat ini, Kebijakan gubernur
dki ini berpengaruh. Hari ini sudah terbentuk panitia bersama,
pengadilan rakyat , dimana kita akan tangkap dan adili ahok. Dan akan
dikabari lebih lanjut, ini demi rakyat. Tidak ada dari yang disini yang
ingin mencalonkan sebagai Gubernur,” tandasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita