by

Sebentar lagi, Indonesia Punya Irradiator

RADARINDONESIANEWS.COM, SERPONG – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) akan segera merealisasikan
pembangunan fasilitas irradiator yang berlokasikan di Kawasan Puspiptek,
Serpong, Tangerang. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak
pembangunan konstruksi antara Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN)
BATAN dengan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, selaku pemenang lelang
pembangunan Irradiator. Penandatanganan kontrak kerja dilakukan oleh
Pejabat Pembuat Komitmen PRFN, Hasriyasti Saptowati dengan Kepala Divisi
Konstruksi I, PT. Adhi Karya, M. Aprindy, di Gedung 71, Kawasan Nuklir
Serpong.
Pembangunan fasilitas ini didasarkan pada kenyataan bahwa hasil
produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di negeri ini
sangat melimpah, namun sebagian besar produk tersebut mempunyai sifat
yang mudah busuk atau rusak. Hal ini sering kali menyebabkan produk
tersebut sampai kepada konsumen dalam kondisi yang busuk/rusak. Untuk
mengatasi masalah ini, BATAN menawarkan solusi strerilisasi dan
pengawetan dengan membangun Irradiator. Irradiator adalah salah satu
fasilitas nuklir  memanfaatkan radiasi sinar gamma untuk berbagai
keperluan diantaranya, sterilisasi dan pengawetan bahan pangan, obat,
dan alat kesehatan.
Menurut Kepala PRFN, Ferly Hermana pembangunan Irradiator ini
merupakan perpaduan antara idealisme dan strategi BATAN. “Dikatakan
idealisme karena diharapkan disain yang dihasilkan oleh BATAN dapat
diimplementasikan dalam pembangunan irradiator, dan dikatakan strategi
artinya pembangunan ini harus berhasil. Meskipun banyak produk BATAN
yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat baik pertanian, kesehatan, dan
industri namun produk yang berupa engineering belum banyak,” ujarnya.
Pembangunan Irradiator dengan kapasitas maksimum 2 mega curie (Mci)
dan diperkirakan menelan dana sebesari 80 milyar rupiah ini diharapkan
rampung pada tahun 2017 dengan kandungan komponen lokal sebesar 85%.
“Hanya komponen terkait dengan keselamatan radiasi yang didatangkan dari
luar negeri, mengingat komponen tersebut tidak diproduksi di Indonesia.
Karena itulah fasilitas ini nantinya akan diberi nama Irradiator Merah
Putih,” tambah Ferly.
Deputi Kepala BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN),
Anhar Riza Antariksawan yang turut menyaksikan penandatanganan kontrak
mengatakan bahwa pembangunan irradiator ini diharapkan menjadi model
atau master bagi pembangunan irradiator lainnya di seluruh wilayah
Indonesia.
“Saat ini Indonesia baru memiliki dua irradiator yaitu di Pusat
Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN dengan kapasitas kecil dan di
Cikarang dengan skala komersial. Irradiator merah putih nantinya akan
menjadi irradiator yang ketiga di Indonesia,” kata Anhar.
Selain itu Anhar mengatakan, membangun sebuah fasilitas nuklir tidak
sama dengan mambangun fasilitas non nuklir. Keselamatan dalam fasilitas
nuklir menjadi faktor utama yang perlu mendapat perhatian secara serius.
Oleh karena itulah pihak PT. Adhi Karya harus memperhatikan
sepesifikasi konstruksi yang telah didesain.
Terkait dengan perizinan penggunaan sumber radioaktif pada irradiator
merah putih, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) akan terus
mengawasi penggunaannya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Hal ini
disampaikan oleh Kepala Bidang Perizinan, BAPETEN, Bambang Riyono yang
juga hadir dalam acara penandatanganan kontrak.
“Keberhasilan BATAN dalam membangun dan mengoperasikan Irradiator
bukan hanya kebanggaan BATAN namun nama BAPETEN juga dipertaruhkan dalam
menjamin keselamatan masyarakat dari bahaya radiasi nuklir pada saat
pembangunan dan pengoperasian irradiator nantinya,” ujar Bambang.[lindaIN.]

Comment

Rekomendasi Berita