by

Usai Happy Gerombolan Orang Keroyok Dan Rampas Sepeda Motor

Ilustrasi
RADARINDONESIANEWS.COM, SERANG –  Disinyalir terkait persoalan sewa mobil pada sekitar 2 tahun lalu yang
belum dilunas, gerombolan orang dalam kondisi mabuk usai pesta miras
mengeroyok korbannya hingga babak belur dan akhirnya merampas sepeda
motor miliknya.

Bermula saat korban bernama Deni AF salah seorang anggota Lembaga
Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Anti Kriminalitas ( LSM GMAKs )
beserta rekannya makan di Warung Makan Mbak Yani yang beralamat di
Kampung Sentul Desa Kragilan Kragilan Serang,  Jum’at (29/7)

Ditemui ditempat kejadian, Ahmad Rohani alias Enik salah seorang saksi
mata yang melihat dan mengaku sebagai adik kandung Kepala Desa Kragilan
mengatakan, bahwa kejadian itu berawal dari cekcok mulut soal penagihan
hutang dan akhirnya terjadi pemukulan.

“Kejadiannya sekitar jam 5 sore pas sebelum Magrib, posisi saya sedang
mencuci kendaraan . Saya dengar katanya sih masalah hutang rental mobil
,memang terjadi ancaman memaki dan sambil membawa botol bir, didorong
dorong keluar warung ini untuk selanjutnya saya tidak tahu. Setelah itu
rombongan Diman pergi sambil membawa motor Deni “, Pungkasnya.

Disampaikan pula oleh Mbak Yani pemilik warung yang beroperasi baru
sekitar 1 bulan tersebut mengatakan jika permasalahan yang terjadi di
warungnya adalah persoalan pribadi antar pengunjung .

” Yang saya ketahui adalah bukan karena dampak penyebab persoalan
ditempat saya. Persisnya saya tidak tahu masalah nya seperti apa,
katanya sih hutang rental mobil “, Katanya.

Mbak Yani pun menambahkan jika pada saat kejadian bersama dengan pelayan dan rekan korban sudah berupaya untuk melerai .

” Setelah beres minum – minum dan bernyanyi di ruangan ini, rombongan
itu keluar menghampiri Deni dan akhirnya cekcok. Saya kasih tahu jangan
berkelahi di warung saya, teman korban yang lainnya pun berusaha ikut
melerai namun malah semakin memanas. Bon nya saja belum dibayar ,
totalnya sekitar Rp. 600 Ribuan. Tapi biarlah, katanya sih mereka itu
masyarakat Kampung Panggang dan Sentul seberang sungai depan situ “,
Ungkapnya.

Deni AF selaku korban kepada radarindonesianews.com mengaku sangat trauma jika mengingat peristiwa yang baru saja
menimpanya . Selain harus menahan rasa sakit karena pukulan hingga
mengakibatkan luka memar dan sobekan pada wajah juga lehernya. Kini
karena perbuatan tersebut, korban telah melakukan upaya Visum dan
berencana akan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian untuk di
proses secara hukum.
( Adhsn )

Comment

Rekomendasi Berita