by

Jangan Ge’eR Dulu, Biar Semobil, Mega Belum Tentu Lirik Ahok

Ahok, Jokowi dan Megawati
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Calon Gubernur (cagub) incumbent Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok telah mantap maju lewat jalur partai politik.
Dia mengklaim sudah mengantongi tiket tiga kendaraan, yaitu ParTai
Nasdem, Hanura dan Partai Golkar.
 
Disisi lain, PDI Perjuangan belum juga memberi sinyal apakah
mencalonkan Ahok atau tidak. Ahok memang berharap partai besutan
Megawati Soekarnoputri ini member tiket sehingga pencalonannya semakin
mantap.


Ditengah ketidakpastian itu, Ahok bersama Presiden Jokowi dan Ketua
Umum PDI P Megawati Soekarnoputri berada dalam satu mobil menuju
penutupan rakernas Partai Golkar di Istora Senayan, Kamis (28/7) lalu.
Ketiganya nampak mesra sampai membuat publik percaya Megawati dan
partainya akan mencalonkan Ahok sebagai cagub. Benar kah kesimpulan itu ?


Kader PDI P Denny Iskandar justru melihat hal berbeda. Meski berada
dalam satu mobil dan kelihatan begitu mesra, bukan berarti Megawati
setuju mencalonkan Ahok. Dia menampik hal itu sebuah sinyal positif.


“Jika membaca sinyal, saya kira bukan karena mereka dalam satu mobil,
kecuali Ahok datang menemui Ibu Mega di rumah atau di kantor partai,”
kata bekas Wakil Sekretaris DPD PDIP Jakarta ini saat berbincang dengan
Beritabuana.co, Senin (1/8).


Denny Iskandar mencoba menganalisis supaya Ahok tidak Ge’eR (gede
rasa) dulu. Meski berada dalam satu, bukan berarti menguntungkan Ahok
tetapi malah sebaliknya.


Kenapa semobil kata Denny, juga menunjukkan realitas bahwa Megawati
sebetulnya kurang sreg menerima percakapan serius di rumah atau di
kantor DPP PDIP.


“Tampak bahwa kondisi mendesak bagi Jokowi dan Ahok. Dan tak bisa
dielakkan, publik melihat bahwa Presiden Jokowi pendukung berat Ahok,
pada hal, dalam pilkada DKI Jakarta, PDIP adalah partai politik
penentu,” ujarnya.


Dari informasi yang didengarnya, Ahok saat itu justru kena damprat
Megawati, sehingga antara mereka tidak sempat membicarakan pencalonan
Ahok.


“Kenapa ? Pada intinya, Ibu Megawati tidak berkenan dengan pendapat
Ahok yang dianggap mencederai iklim demokrasi yang telah diperjuangkan
sejak tahun 1999, tepatnya saat Ibu Mega menjabat Wapres dan Presiden,”
tutur Denny.


Maksudnya? Menurut Denny Iskandar, mencederai dalam hal memaksa
proses partai politik berdemokrasi dengan pilihan Ahok menggunakan
relawan untuk vait acppoply.


“Ibu Mega keberatan dengan cara Ahok menggunakan relawannya berhadap-hadapan dengan partai politik,” katanya.


Denny juga memberi cacatan penting selama Ahok menjadi Gubernur DKI
Jakarta seperti penggusuran oleh Pemprov beberapa titik di wilayah
Jakarta. Ternyata, penggusuran itu kurang berkenan termasuk bagi
partainya.


“Penggusuran yang tidak humanis, jauh dari idiologi partai,” pungkasnya. (Ansim/bb)

Comment

Rekomendasi Berita