by

Jubir Kornas Jokowi : Banjir Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Memalukan

Akrom Saleh
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Terminal 3
Ultimate Bandara Soekarno Hatta yang baru saja diresmikan di awal bulan Agustus 2016 yang lalu,
tepat sepekan lalu tanggal 09 Agustus 2016, adalah sesuatu yang sangat
dinanti-nanti.
 
“Namun, kini merusak harga diri bangsa, uang triliuan
rupiah milik negara seakan sirna seketika, hanya sekejap dibanjiri air
sirna sudah kebanggaan itu kini menjadi kemaluan,” ujar Akrom Saleh,
selaku Juru Bicara Kornas Jokowi menurut siaran persnya di Jakarta.
Senin (15/8).
Terkait dengan adanya kejadian
di atas imbasnya menjadi multiefek kegaduhan. Menurut Akrom, kondisinya sama seperti kejadian tertundanya penerbangan (delay) pada
penerbangan tanggal 12/08/16 Jakarta-Manado Garuda Indonesia Airlinea
(GIA), bahkan juga manifes data penumpang kosong, pilot tidak
menandatanginya hingga penerbangan menjadi ilegal.
“Ini
jadi tanda tanya besar mengapa pilot berani terbang tanpa tanda tangan,
pemindahan gate sesukanya tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu pada
penumpang hingga membuat penumpang resah,” paparnya lagi.
Dan peristiwa yang sangat memalukan adalah banjiri yang terjadi di Bandara 3 Soekarno Hatta yang baru diresmikan beberapa minggu
itu menyebabkan juga antrian panjang, bahkan kondisi bandara masih
terlihat kotor dan berdebu sehingga mengganggu kesehatan dan kenyamanan
penumpang dikarenakan proyek masih berlangsung.
“Kemudian
yang paling riskan adalah keamanan T3 sangat minim dan dapat menyebabkan
mudahnya diserang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Efek lalai
dan tidak cermatnya para pemangku kebijakan serta operator lapangan
sehingga menyebabkan kegaduhan di T3 Ultimate,” Ucap Saleh. 
Saleh menambahkan, siapakah
yang bertanggung jawab terhadap masalah ini, tentunya patut diduga
Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura II sebagai pemangku kebijakan
dan operator harus diaudit dan diminta pertanggung jawabannya, sehingga
segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan maksimal hasilnya.
Akrom Saleh juga
menyampaikan kalau kejadian yang menimpa T3 Ultimate tidak hanya
merugikan keuangan negara, melainkan juga telah merusak harga diri
bangsa, sebagai chandra dimuka Suatu Negara.
“Bila
penyebabnya drainase yang tersumbat kenapa tidak dari awal
pembangunannya dikontrol secara signifikan, toh ini bukan Airport
percobaan melainkan garda terdepan sebuah bangsa,” tutur Akhrom merasa
alasan yang disampaikan oleh Humas Angkasa Pura II itu
bukanlah sebuah alasan, namun upaya mencari kambing hitam saja agar
dapat mengalihkan penyebab utamanya.
Oleh
Karena itu kami dari Komite Rakyat Nasional-Jokowi, meminta kepada
aparatur penegak hukum yang berwenang seperti KPK, BPK, Kejaksaan Agung
dan Pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk memanggil Menteri
Perhubungan dan Direktur Utama Angkasa Pura II, untuk dimintai
keterangannya, apa penyebab kejadian tersebut, apakah human eror atau
bahkan diduga terjadinya kebocoran anggaran negara. Sehingga publik
masyarakat Indonesia tidak menjadi bertanya-tanya apa penyebabnya.[Nicholas]
“Bila hal ini tidak ditanggapi dengan
serius, maka kami tidak akan sungkan melakukan gerakan massa rakyat
turun ke jalan, serta tak luput juga kami akan terus menuntut, meminta
pihak berwenang agar melakukan pemeriksaan terhadap Kementerian
Perhubungan dan Angkasa Pura II,” tandasnya
Foto : ilustrasi

Juru Bicara Kornas Jokowi, Akhrom Saleh (istimewa)

Comment

Rekomendasi Berita