by

Kalau Kamu Berani Menertawakan Diri Sendiri, Itu Tandanya…

Foto: copyright Unpopulart – Arum
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Di momen yang canggung atau konyol, pernahkah kamu bisa lepas
menertawakan diri sendiri? Tak semua orang bisa menyikapi momen seperti
itu dengan tertawa. Kebanyakan lebih memilih untuk diam atau justru
menyembunyikan diri karena malu.
Tapi ternyata ada sebuah potensi tersembunyi dari kemampuan menertawakan diri sendiri itu. Dilansir dari lifehack.org,orang
yang mampu menertawakan diri sendiri itu memiliki sikap yang positif
dan pribadi yang menyenangkan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh
Ursula Beermann dan Willibald Ruch menyatakan bahwa orang-orang yang
bisa menertawakan diri sendiri itu cenderung lebih ceria dan nggak kaku
dibandingkan orang yang bisanya cuma terlihat tenang-tenang saja.
Dalam
penelitian mereka, 70 mahasiswa S1 diuji. Mereka diminta untuk mengukur
kemampuan mereka menertawakan diri sendiri. Mereka kemudian memilih
satu atau dua orang rekannya yang lain untuk memberikan pendapatnya soal
hal ini via kuesioner. Ketika mereka mengisi kuesioner di komputer,
tanpa sepengetahuan mereka, ada kamera yang mengambil foto mereka.
Kemudian
para partisipan ditunjukkan foto diri mereka yang sudah diedit dan
dimanipulasi. Ekspresi mereka kemudian direkam dan dianalisis. Peneliti
mengamati empat hal: kelucuan yang tak dibuat-buat, senyuman, senyum
Duchenne (senyum simetris yang melibatkan kerutan pada otot-oto di
sekitar mata), dan tawa. Senyuman pura-pura pun dianalisis.
Hasilnya
80 persen partisipan menunjukkan senyuman yang tulus setidaknya satu
kali ketika melihat foto-foto tersebut. Partisipan yang menyatakan kalau
diri mereka punya kemampuan untuk menertawakan diri sendiri membuktikan
kebenarannya. Rekan-rekan mereka pun membenarkan hal itu. Dan, ternyata
orang-orang yang mampu menertawakan diri sendiri ini punya dasar
kepribadian yang lebih ceria dan nggak terlalu kaku, selain itu mood
mereka juga lagi dalam keadaan bahagia saat pengujian tersebut.
Tapi ada penelitian lain yang tak kalah menarik.

 
 
Sebuah
penelitian lain yang dilakukan Colette Hoption, Julian Barling, dan
Nick Turner memberi sudut pandang berbeda. Berdasarkan penelitian
mereka, orang yang mampu menertawakan diri sendiri itu punya potensi
untuk menjadi seorang leader (pemimpin). 
 
Penelitian
tersebut yang lebih fokus pada situasi di tempat kerja menyebutkan
bahwa pemimpin yang bisa menertawakan diri sendiri dan bukan
menertawakan rekan kerjanya dianggap lebih menyenangkan, perhatian, dan
dapat dipercaya.
Para peneliti tersebut berhipotesis kalau
seorang pemimpin bisa menertawakan diri sendiri, maka orang-orang akan
menganggapnya sebagai seseorang yang menyukai gurauan dan punya rasa
peduli pada orang lain.
Dengan menertawakan diri sendiri, para
pemimpin ini menunjukkan bahwa mereka tak terlalu mempersoalkan status
antara atasan dan bawahan. Sehingga mereka akan dianggap sebagai orang
yang perhatian.

 
 

Penelitian
tersebut melibatkan 155 mahasiswa bisnis. Mereka ditempatkan dalam
salah satu dari empat situasi kelompok ini: menertawakan diri sendiri,
menertawakan orang lain, menertawakan persamaan atasan dan para
bawahannya, serta situasi tanpa humor. Mereka kemudian diminta untuk
membaca pidato untuk mengenalkan karyawan baru. Isi pidato itu diubah
sesuai dengan situasi kelompok masing-masing. 
 
Hasilnya
mereka yang berani menertawakan diri sendiri dianggap lebih dapat
dipercaya dan punya potensi jadi pemimpin yang lebih baik. So, kalau
kamu juga punya keberanian untuk bisa menertawakan diri sendiri di
situasi-situasi tertentu, itu tandanya kamu bisa jadi seorang pemimpin
yang baik.
Seseorang yang punya sisi humoris pastinya mudah bikin orang di sekitarnya merasa lebih rileks dan nyaman, ya Ladies. What do you think about it?[vem]

Comment

Rekomendasi Berita