by

Karena Tempat Belum Representatif Pedagang Di Cianjur Tolak Relokasi

Pedagang cincau Cianjur tolak relokasi.[Angga/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, CIANJUR – Lebih dari 100 kepala keluarga berprofesi sebagai pedagang di antaranya ada yang berjualan cincau dan bakso. Bedasarkan informasi dan pantauan  radarindonesinews.com di lokasi, para pedagang cincau tersebut merupakan warga sekitar kampung Sukamaju, Haurwangi, Cianjur.
Tokoh pemuda kampung Sukamaju Dikdik,  Sodikin (33), mengatakan kepada radarindonesianews.com
di tempat berjualannya,   Desa Haurwangi, RT02/RW08 Kecamatan
Haurwangi, Kabupaten, Cianjur (1/8/2016), “Sebagian warga
kampung Sukamaju menggantungkan hidupnya dengan berjualan cincau
di antaranya ada 65 pedagang cincau dan bakso dan 38 orang lebih berprofesi sebagai pedagang asongan.
“Tanggal 06 dan 14 juni 2016, pemda
Cianjur mengeluarkan Surat Peringatan penertiban. Mediasi dilakukan
oleh perwakilan pedagang dengan pihak Pemda bahkan langsung dengan Bupati Cianjur Irvan Rivano Mochtar. Bupati kukuh ingin menertibkan
pedagang masuk ke rest area yang kondisinya belum representatif sebelum Idul Fitri.” Tutur sodik. 
Melalui mediasi politik, akhirnya Bupati mengizinkan sampai
akhir bulan Juli 2016. Meski berat, para pedagang akhirnya harus menuruti
perjanjian dengan pihak Pemda. Tanggal 01 juli seharusnya para
pedagang masuk ke rest area meskipun kondisinya tidak layak karena masih
ada bau dan sudah adanya 38  pedagang yang di dalam.
“Kebijakan Bupati terlalu dipaksakan, seharusnya merelokasi pedagang terlebih dahulu. Apabila rest area sudah representatif, baru dipindahkan. Kami akan tetap
bertahan sampai titik darah penghabisan.’ Tegas Sodik.[Angga]

Comment

Rekomendasi Berita