by

Palestina Gugat Inggris Atas Deklarasi Balfour

Deklarasi Balfour (jewishbusinessnews)
RADARINDONESIANEWS.COM, MAURITANIA – Presiden Palestina
Mahmoud Abbas meminta para pemimpin Arab untuk mendukung gugatannya
terhadap Inggris atas Deklarasi Balfour yang menyebabkan terusirnya
warga Palestina oleh penjajahan Israel.
Abbas seperti dilaporkan The Atlantic, Palestina akan
menuntut Inggris atas dukungannya terhadap Deklarasi Balfour, dokumen
tahun 1917 yang menjadi dasar bagi berdirinya Israel di tanah Palestina.
Menteri Luar Negeri Palestina Riad Maliki menyampaikan pesan Abbas
pada Rabu (27/7/2016) saat pembukaan KTT ke-27 Liga Arab di Nouakchott,
Mauritania.
Maliki mengatakan, gugatan yang akan diajukan di pengadilan
internasional, akan dibuat dengan alasan bahwa Inggris telah memberikan
mandat atas berdirinya tanah air Yahudi di Palestina, yang menyebabkan
bencana terusirnya warga Palestina (Nakbah Palestina).
Palestina menggunakan istilah Nakbah atau bencana untuk menggambarkan
terusirnya sekitar 700.000 warga Palestina menyusul pembentukan negara
Israel pada tahun 1948.
Maliki mengatakan masalah ini akan tetap menunggu sampai Inggris meminta maaf.
Deklarasi Balfour tahun 1917 adalah korespondensi tertulis antara
Menteri Luar Negeri Inggris kala itu Arthur James Balfour, dan Walter
Rothschild, pemimpin dalam komunitas Yahudi Inggris.
Isi sepucuk surat yang kemudian disebut dengan Deklarasi Balfour,
berisi dukungan Inggris untuk penciptaan sebuah rumah nasional bagi
Yahudi, dan kemudian diterapkan setelah Perang Dunia II.
Maliki menyebut deklarasi itu sebagai sebuah “janji yang menentukan
dari orang-orang yang tidak memiliki untuk orang-orang yang tidak
layak”.
Selain menyerukan dukungan dari negara-negara Arab atas gugatan itu,
Maliki juga menegaskan dukungan Abbas atas inisiatif perdamaian Perancis
untuk pembicaraan kembali perdamaian Israel-Palestina, yang buntu sejak
tahun 2014.
Sementara itu, Gilad Erdan, Menteri Sekretaris Publik Israel, menyebut gugatan Palestina itu sebagai hal yang “aneh.”
Deklarasi Balfour akan diperingati pada perayaan ulang tahunnya yang ke-100 pada November 2017 mendatang.
Isi Deklarasi Balfour
Berikut isi naskah Deklarasi Balfour, berupa surat ketikan yang
ditandatangani dengan tinta oleh Balfour, sebagai berikut dari sumber Wikipedia:
Departemen Luar Negeri 2 November 1917
Lord Rothschild yang terhormat,
Saya sangat senang dalam menyampaikan kepada Anda, atas nama
Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati terhadap aspirasi Zionis
Yahudi yang telah diajukan kepada dan disetujui oleh Kabinet.
“Pemerintahan Sri Baginda memandang positif pendirian di
Palestina tanah air untuk orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha keras
terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini, karena jelas
dipahami bahwa tidak ada suatupun yang boleh dilakukan yang dapat
merugikan hak-hak penduduk dan keagamaan dari komunitas-komunitas
non-Yahudi yang ada di Palestina, ataupun hak-hak dan status politis
yang dimiliki orang Yahudi di negara-negara lainnya .”
Saya sangat berterima kasih jika Anda dapat menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis.
Salam,
Arthur James Balfour
Kemudian Inggris di bawah pimpinan Jenderal Allenby masuk ke tanah
Palestina. Ribuan warga Yahudi bergabung dalam pasukan Allenby itu.
Pasukan Allenby pun kemudian menduduki Palestina sejak Desember 1917.
Pada tahun 1919, selepas Perang Dunia Pertama, kota Al-Quds yang di
dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha dan seluruh wilayah Palestina diduduki
Inggris.
Setelah Deklarasi Balfour dan masuknya pasukan Allenby bersama warga
Yahudi ke Al-Quds, gerakan Zionisme mulai mendorong migrasi kaum Yahudi
ke berbagai wilayah Palestina. Maka, dimulailah perpindahan secara
besar-besaran bangsa Yahudi ke Palestina di bawah naungan Inggris dari
tahun 1918-1947.
Pasca Allenby masuk, kemudian berdirilah secara sepihak proklamasi
negara Zionis Israel di Palestina yang diumumkan pada 14 Mei 1948 yang
langsung diakui oleh Amerika Serikat (AS). (Mina)

Comment

Rekomendasi Berita