by

Rizal Ramli: Jangan Sampai Indonesia Seperti Jerman Yang Takluk Oleh Hitler

Rizal Ramli.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian pada masa Presiden Abdurahman Wahid, Dr.Rizal Ramli hadiri deklarasi Rumah Amanah Rakyat di Jalan Cut Nyak Dien, Menteng, Rabu (24/8). Rizal dalam kesempatan itu 
mengungkapkan kekhawatirirannya mengenai Indonesia yang hampir mirip dengan Jerman yang
notabene bisa dikalahkan oleh tokoh otoriter,
Hitler di masa perang dingin ketika itu.
“Memang
patut diakui bangsa Jerman sangat cerdas sekali, rasional, sangat lemah
lembut karena senang musik, Tokoh seperti Bach, Bethoven berasal dari Jerman. Bangsa yang dikenal mengerti filsafat, bahkan 80% ahli filsafat
datang dari jerman, seperti Karl Marx. Sangat mengerti religius dan
beragama. Kok bisa dikalahkan sama seorang kopral bernama Hitler dan
membawa Jerman ke arah kehancuran di masa itu?,” Ucapnya.
Menurut Ramli, yang dikenal sebagai mantan tokoh pergerakan mahasiswa,
ahli ekonomi dan politisi Indonesia itu menjelaskan kalau yang beragama,
cerdas, berbudi baik itu tapi tidak berani menyatakan kebenaran. 
“Itulah
kenapa bisa dikalahkan sama seorang kopral bernama Hitler. Ini bahkan
seakan akan bila diperhatikan ini bangsa kita hampir mirip dengan itu
juga. Karena kerajinannya, kebaikannya berbudi, akhirnya
dikuasai oleh orang-orang yang bertentangan dengan nilai nilai yang
diperjuangkan ini, Itu karena kita tidak berani menyatakan kebenaran.” Ungkapnya mantan menteri ini.
Ramli menabahkan, kalau memang
bermaksud membela rakyat kecil, harus diajarkan berani cara
menyatakan pendapat.”Memang ada resikonya, tidak mungkin merubah itu
tanpa menjelaskan mana hal hal yang perlu di ‘kepret’. Kan
katanya Revolusi Mental ?,” tuturnya lagi.
Kita
menginginkan pemimpin yang bersih, bagus dan tidak hanya berisi janji
doang. Apa yang kita miliki agar bangsa kita lebih baik. Memang ada
pemimpin yang bersih ke bawah, bahkan sampai pegawai kecil saja disikat,
birokrat disikat kebawah. Eh, malahan terakhir ‘bermain’ sama
pengembang, mengunakan duit besar dengan menggunakan pendekatan
kooperatif. Pemimpin seperti itu tentunya memiliki ‘double
personality’,” Kritik Ramli..
Rizal Ramli mantan menteri Koordinator Bidang
Kemaritiman Kabinet Kerja Republik Indonesia yang setahun lalu, tepatnya
tahun 2015 telah menunjukan kepiawaian kinerjanya dengan menekan
permasalahan Dweeling Time (masa tunggu bongkar muat) Pelabuhan Tanjung
Priok, dan terakhir mengupayakan moratorium guna menghentikan sementara
proyek reklamasi pantai utara Jakarta.[Nicholas].

Comment

Rekomendasi Berita