by

Said Iqbal: Ahok Tidak Berpihak Kepada Buruh Tapi Pro Pemodal

Presiden KSPI, Said Iqbal (ketiga dari kanan) saat konferensi Pers
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Said Iqbal, Presiden KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia)
saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/8), mengatakan bahwa Gubernur Incumben
pertahana Basuki Tjahya Purnama atau dikenal dengan Ahok sangat
tidak berpihak pada buruh dan propemilik modal yang
notabene pengusaha dan pemodal.
Menurut
Iqbal saat jumpa pers di bilangan Jalan Diponegoro Hotel Mega Jakarta
Pusat, menyatakan acapkali kebijakannya Ahok yang
tertuang dan sebagaimana CSR yang digelontorkan dari para pemodal
tersebut seakan berimbas terhadap upah murah. 
 
“Anehnya, ini kok upah
minimun Jakarta nampak jauh dari upah minimun Karawang dan Bekasi. Ada
apa upah minimun Karawang bisa lebih tinggi dari upah minimun Jakarta
?,” lontarnya bertanya-tanya.
Terlebih, sejauh
ini bahwa kasus suap yang sudah menimpa mantan anggota DPRD DKI Jakarta,
M.Sanusi telah di pengadilan tipikor mulai menyerempet ke Sunni, serta
KPK menggeledah ada berkas CSR PDL.
 
“Dana CSR Agung Podomoro kemana saja? Itu sudah disebarkan via media dan publik sesuai data media. Lalu
kami juga merasa kelompok pemodal seperti AS, ASTRA, maupun beberapa
bank asing. Mereka juga punya CSR, untuk apa itu  kalau bukan
indikasinya ada semacam ‘barter’ juga.” cetusnya lagi.
Menurut pengalaman, di era
Orde Baru, walaupun berbeda dengan mantan Presiden
RI ke-2, HM Soeharto, para pejuang aktivis,
bahkan rekan-rekan media mengetahui
‘Soeharto’ sempat kumpulkan para pengusaha/pemodal di Tapos untuk
pembangunan, namun dana tersebut dikumpulkan dan dikelola melalui
beberapa yayasan, seperti Yayasan Supersemar, dan beberapa Yayasan
lain guna membangun RS Harapan kita. Namun,
untuk saat ini CSR masuk ke APBN, maka itulah timbul indikasi sogok
atau suap terkait kebijakan ke depan yang berhubungan misalnya dengan Reklamasi,
RSSW, ataupun pembelian tanah Cengkareng yang saat ini carut marut..
“Kemudian di barter dan
munculah setelah itu mega skandal yang menimpa saat ini, cukup santer
dikenal ‘Skandal BLBI,’. Lihat sekarang, hingga munculnya CSR yang
dibarter dengan upah murah, reklamasi, dan lain lain,” imbuhnya lagi.
“Untuk
itulah, bagi kami kaum buruh menilai, semacam ‘sogok’. Sikap itulah
yang membuat buruh tidak mungkin usung Ahok di Pilkada DKI 2017. Jauh sebelum Bpk. RR mantan Mentri kabinet kerja Jokowi-JK
di-resuffle, kami sudah menyuarakan perihal upah murah. Dimana negara? Kenapa tunduk pada pemodal?” Tanya Iqbal.
“Maka
itulah kami, selaku perwakilan kaum buruh, mengusung salah seorang yang
antitesis dengan Gubernur sekarang. Kami tidak rasis, dan terkait
apakah parpol akan mendukung atau tidak nantinya kami akan terus
bekerja keras,” Imbuhya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita