by

Mantan Pejabat Dinas PU DKI Tersangka Korupsi Uang Negara Rp92 Miliar,

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kasus penyalahgunaan dana kegiatan swakelola tahun 2013-2014 Pemprov
DKI yang disidik Kejaksaan Agung kembali menetapkan tersangka baru,
setelah sebelumnya 13 orang ditetapkan tersangka.

Kali ini
penyidik Pidsus Kejagung  menetapkan mantan Kepala Kepala Suku Dinas
Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Selatan periode Juni 2013 sampai Juni
2014 terkait penyalahgunaan dana kegiatan swakelola tahun anggaran
2013-2014 yang merugikan keuangan negara Rp92.271.189.692.

“Inisialnya
F, penetapan tersangkanya berdasarkan surat perintah Penyidikan
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor:
Print-107/F.2/Fd.1/08/2016 tanggal 31 Agustus 2016,” ujar Kapuspenkum
Kejagung, M Rum di Kejagung, Jumat (2/9/2016).

Selain F,
penyidik juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni, HP (staf
Penyelidikan Pengujian dan Pengukuran Dinas Bina Marga Provinsi DKI
Jakarta/mantan Kasubbag Tata Usaha Sudin PU Tata Air Jaksel),
penetapannya berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-108/F.2/Fd.1/08/2016
tanggal 31 Agustus 2016; Selanjutnya, IA (staf Badan Diklat Provinsi DKI
Jakarta/ mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta
Selatan) berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa
Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-109/F.2/Fd.1/06/2016
tanggal 31 Agustus 2016.

Sebelumnya, Kejagung juga telah
menetapkan 10 tersangka  dugaan korupsi penyalahgunaan dana kegiatan
swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota Administrasi
Jakarta Timur tahun anggaran 2013-2014.

“Sampai sekarang totalnya sudah menetapkan 13 tersangka dalam kasus korupsi itu,” ujarnya

Tiga
tersangka yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka, yakni,
berinisial SMT, HD dan JW, bahkan pihaknya juga sudah menyita uang
senilai Rp1,9 miliar dari ketiga tersangka itu.
Dana swakelola tersebut bersumber dari APBD dan APBD-P sebesar Rp92.271.189.692. (afu)

Comment

Rekomendasi Berita