by

Ahok Terjebak Oleh Arogansi Kekuasaan

Furqon Bunyamin Husein,Pemred radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dalam konteks psikologi, merasa kuat dan berkuasa yang melebihi batas ambang yang wajar membuat manusia “lupa diri” bahkan merendahkan orang lain. Contoh ini sudah dilukiskan dalam sejarah peradaban manusia dengan simbol Firaun yang telah dienyahkan oleh Allah SWT.
Firaun bahkan tidak hanya berlaku sewenang-wenang terhadap warga dan rakyatnya, dengan sombongnya dia mengaku sebagai “Tuhan” yang lebih tinggi. Ini sebuah ucapan pelecehan yang sangat arogan karena Firaun telah dirasuki oleh perasaan bahwa dirinya sebagai penguasa atas manusia lain yang dianggapnya rendah dan tidak mampu berbuat apa-apa.
Firaun seenaknya bicara. Firaun seenaknya bertindak tanpa memikirkan nilai-nilai kemanusiaan yang berlaku saat itu. Firaun tidak mau mendengar dan menerima koreksi. Siapa yang berani melakukan hal ini, Firaun tidak ragu untuk membunuh pelaku dan menyiksanya.
Ana Wa Robbakumul A’la, sebuah ungkapan Firaun yang sangat arogan. Aku adalah Tuhanmu yang lebih tinggi. Akulah yang harus ditakuti dan ditaati. Sebuah perkataan yang keluar dari mulut orang yang tidak waras. Bagaimanakah mungkin Firaun menjadi Tuhan sementara dia dicipta dari yang Mahapencipta, dari tanah yang sama dengan manusia lainnya.
Akibat arogansi inilah kemudian Allah SWT yang menciptakan Firaun dari tanah itu memberikan azabNya dengan ditenggelamkan di Laut Merah. Ini pelajaran bagi sebuah arogansi yang kelewat batas.
Sejatinya Ahok terinspirasi oleh sejarah Firaun sebagai pembelajaran bahwa arogansi kekuasaan bisa menjebak manusia terjatuh dan terhina. Atas ucapan di muka publik di Kepulauan Seribu (27/10) yang dianggap telah menistakan agama dan telah dikuatkan MUI menjadi pembelajaran bagi Ahok sesungguhnya. 
Ini pelajaran bahwa kesombongan dan arogansi yang melampaui batas akan menjadi energi negatif yang akan kembali kepada kita sendiri. Tidak cukupkah Fiaraun menjadi pelajaran atau kita ingin mengalami sendiri? [GF]

Comment

Rekomendasi Berita