by

Anggota DPRD Pontianak Gandeng PDAM Gelar Sosialisasi Air Bersih di Zaujati Residence

Anggota DPRD Pontianak saat sosialisasi air bersih bersama PDAM.[Subari/PKP/Wartajurnalis]
RADARINDONESIANEWS.COM, PONTIANAK – Tingginya angka permintaan sambungan air bersih di wilayah Kota Pontianak, Kalimantan Barat sejauh ini belum diimbangi dengan terpenuhinya penanaman pipa tersier dipemukiman warga, yang mana hingga kini masih menjadi kendala besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

Sistem jemput bola terus dilakukan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak untuk menambah angka pelanggan baru, tak ayal dengan tingginya angka permintaan sambungan baru secara mutlak menuntut Pemerintah Kota Pontianak berupaya untuk membangun jaringan baru melalui penanaman pipa tersier disetiap kecamatan yang ada di wilayah Kota Pontianak.

“Jadi sosialisasi yang kita laksanakan saat ini, lebih bertujuan untuk mendengarkan keinginan warga dalam permasalahan air bersih, khususnya bagi warga komplek Zaujati Residence, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur. Dan saya sangat menyambut baik kegiatan ini yang dimotori oleh Anggota DPRD Kota Pontianak, Uray Samiazi, yang juga melibatkan langsung Lurah Parit Mayor, Akip, SH serta Kepala Pelayanan Wilayah I Timur Utara, Januar Pribadi, SE, ” ucap Anggota DPRD Kota Pontianak Dapil Timur, Hamyani, SE pada postkotapontianak.com, Sabtu (9/10/16).

Dikatakan Hamyani, dengan digelarnya tatap muka langsung bersama warga, para anggota dewan maupun para pemangku kebijakan selaku perpanjangan tangan Pemerintah Kota Pontianak dapat mendengarkan langsung sejauh mana keinginan warga untuk kebutuhan air bersih, khususnya bagi mereka yang berada di daerah pemukiman baru.

“Jelas apa yang disampaikan warga khususnya permintaan sambungan air bersih, ini menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkannya. Karena pemerataan pembangunan yang digaungkan Walikota Pontianak sejauh ini harus kita tuntaskan baik itu program pembangunan lingkungan kumuh maupun penuntasan sambungan air bersih yang menjadi target penyelesaian hingga tahun 2018 mendatang,” kata Hamyani.

Ditempat yang sama, Kepala Pelayanan Wilayah I Timur Utara PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak, Januar Pribadi, SE menyambut baik digelarnya sosialisasi air bersih, pasalnya dengan cara turun langsung menemui warga menjadi salah satu cara untuk menuntaskan sambungan air bersih baik melalui sambungan rumah (SR) maupun melalui program sambungan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dibiayai melalui anggaran pemerintah.

“Dari pertemuan ini kita dapat mendengar langsung apa yang diinginkan oleh warga, dan sejauh ini Walikota Pontianak terus melakukan terobosan untuk memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih, yaitu melalui program MBR. Dan untuk warga Komplek Zaujati Residence kita akan ajukan terlebih dahulu untuk sambungan pipa tersier, ke depan keinginan warga untuk sambunga air bersih akan kita upayakan segera terealisasi, ” tukas Januar. */ (dev)

Comment

Rekomendasi Berita