by

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi – JK

Jokowi.[Suroto/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sejak awal pemerintahan ini seperti kesurupan dalam membuat rencana, semua mau dibangun tanpa melihat kemampuan dan kebutuhan yang ada. Lalu dirancanglah berbagai mega proyek, seperti proyek listrik 35 ribu megawatt sebagian besar untuk jawa bali meski kedua wilayah sudah kelebihan pasokan. Tol laut, tol darat dirancang untuk memenuhi hajat mudik lebaran. Kereta cepat, mega proyek monorel, mega proyek MRT, LRT, tanggul raksasa jakarta, dan berbagai mega proyek lainnya untuk dibagi bagikan kepada investor.

Tanpa disadari bahwa kesemuanya membutuhkan anggaran ribuan triliun untuk dapat merealisasikannya. Meskipun sebagian adalah investasi swasta ternyata skemanya tetap membutuhkan jaminan keuangan negara. Swasta kususnya swasta asing yang diharapkan pemerintah ternyata tidak mau ambil risiko investasi sendiri di negara yang masih miskin.

Seperti kesurupan pemerintah merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) super ambisius. Pemerintah merancang target kenaikan penerimaan negara dari pajak sangat besar, penerimaan negara bukan pajak yang besar, penerimaan cukai dan kenaikan utang luar negeri gila gilaan. Saat yang sama pemerintah memberikan kesempatan leluasa kepada asing untuk menguasai sektor sektor strategis melalui investasi agar ada uang masuk.

Ternyata seluruh rencana pemerintah mangkrak, proyek listrik 35 ribu megawatt mangkrak, monorel mangkrak, tanggul raksasa mangkrak, MRT yang telah menghancurkan seluruh jalan sudirman thamrin jakarta belum tau nasibnya, LRT tiang tiang sudah diresmikan namun belum tau nasibnya, tol darat asal asalah telah menelan korban, tol laut yang ternyata kapal impor juga mangkrak.

Apa sebab ? uang pemerintah tidak ada. Target pajak jauh panggang dari api. Pajak yang biasanya dikontribusikan oleh sektor konsumsi jatuh karena daya beli masyarakat yang ambruk. Target penerimaan negara bukan pajak jatuh karena penurunan harga minyak dan harga komoditas, demikian juga target cukai yang besar juga tidak sesuai dengan harapan.

Akibatnya uang hanya cukup untuk menggaji pejabat negara dan ongkos jalan jalan pejabat pemerintah keliling dunia, ke China, Ke Jepang, dan berbagai negara lainnya serta keliling Indenesia melihat pemandangan pemandangan indah. Presiden saban hari hanya wara wiri ke Lombok dan ke Papua. Mungkin ada harta karun di sana?

Belum juga sadar pemerintah melanjutkan berburu utang luar negeri dan utang dalam negeri. Hingga triwulan ke III utang pemerintah dalam tahun 2016 sudah melebihi batas defisit yang ditetapkan dengan UU keuangan negara. Bagaimana akhir tahun nanti, berapa utang pemerintah yang terakumulasi…?

Belum juga sadar apa yang terjadi pemerintah memberlakukan tax amnesty untuk menggenjot penerimaan pajak. Anehnya namanya pengampunan pajak tapi tujuannya menggenjot penerimaan pajak. Padahal mestinya pengampunan pajak tujuannya menggairahkan ekonomi. PNS, tentara, polisi diminta ikut tax amnesty dan membayar denda atas hartanya. Menteri keuangan mengatakan tidak peduli uang halal uang haram, semua harus bayar pajak!, wah ini maksudnya untuk para Bandar narkoba, protitusi, cuci uang dan binis illegal lainnya.

Hasilnya angka penerimaan pajak di papan pengumuman Dirjen pajak. Baru angka angka, belum jelas uangnya ada atau tidak, karena menteri keuangan yang baru Sri Mulyani mengatakan meski ada penerimaan tax amnesty dalam periode pertama jumlah besar hampir mencapai Rp 100 triliun, namun penerimaan pajak tahun ini sama dengan tahun kemarin. Loh kok bisa ? penerimaan tax amnesty besar tapi penerimaan pajak tidak bertambah dibandingkan tahun lalu. Wah ini ngibul jangan jangan?

Belakangan panik, tiba tiba para artis diburu, Ayu Ting Ting diteror karena folowernya paling banyak, Instagram dimata mamatai, pemerintah minta artis artis ikut tax amnesti dan bayar pajak. Pedagang tanah abang di uber-uber untuk diminta ikut tax amesty, suruh akui kekayaannya dan bayar denda. Tanpaknya pemerintah mulai panik. Mau cari uang bagaimana lagi Dimas kanjeng sudah ditangkap polisi.(haris/Gin)

Comment

Rekomendasi Berita