by

Habil Marati, Waketum DPP PPP: Dukungan Kepada Ahok Ilegal Dan Menyesatkan

Sylviana Murni, cawagub pasangan Agus Harimurti.[Nicholas/radadrindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Terkait dengan informasi di media perihal pernyataan dukungan PPP,
yakni Djan Faridz kemarin mendukung ke Cagub Basuki Tjahja Purnama dan
Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Menurut
pandangan Habil Marati, Wakil Ketua Umun DPP PPP versi Djan Farid
dengan ini menyampaikan bahwa dukungan pada Ahok adalah ilegal,
menyesatkan, dan tidak mewakili kepribadian pengurus DPP PPP maupun
konstituen PPP Jakarta.

“Oleh
sebab itu, Saya rasa tindakan Sdr Djan Farid bukan keputusan PPP secara
kelembagaan, oleh itu tindakan Sdr Djan Farid mendukung Ahok tidak
mengikat dan tidak memiliki efek apapun terhadap pencalonan PPP, DPP PPP
versi Romylah yang syah dan mengikat,” tukasnya.

“Di
mana DPP PPP versi Romy telah memutuskan pencalonan Agus Sylviana
sebagai satu satunya Calon PPP untuk Calon Gubernur DKI dan Wagub DKI,”
pungkas Habil Marati Wakil Ketum DPP PPP menegaskan.

Seperti diketahui bahwa paslon cagub DKI pada Pilkada 2017 nanti, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni didukung PPP, Partai Demokrat, PKB, dan PAN.

Lalu,
pada tempat terpisah sebelumnya, Cawagub DKI Sylviana Murni mengatakan,
keputusan Djan Faridz mengusung harus dihargai sebagai keputusan
individu. Tapi, ia yakin PPP yang diakui tetap PPP versi Muhammad
Romahurmuziy (Romi).

“Secara
pribadi mungkin mereka punya hak ya untuk menentukan sikap, tapi saya
yakin dan percaya negara kita negara hukum ya,” kata mpok Sylvi,
panggilan Sylviana Murni sehabis menghadiri silaturahmi dengan warga di
bilangan Kompleks Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sabtu (8/10).

Sylvi
yakin perpecahan PPP tak akan mempengaruhi dukungan PPP. “Tidak, Insya
Allah, kemarin saya juga menghadiri Muskerwil dengan calon gubernur PPP
di seluruh wilayah Indonesia sangat meriah sekalik,” ujarnya dengan
santai.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita