by

Hardjuno Wiwoho: Tidak Ada Alasan Polri Tangguhkan Kasus Ahok Usai Pilkada

Hardjuno Wiwoho, Sekjen HMS. [Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tidak ada alasan Polri menangguhkan kasus dugaan penistaan agama Islam
yang dilakukan Ahok terkait Surat Al-Maidah ayat 51 hingga usai proses Pilkada. Hal ini diungkapkan Hardjuno Wiwoho, Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Sabtu (16/10). 
 
Secara lahiriah tambahnya, meminta maaf dan memaafkan adalah sah yang dapat dilakukan dan diterima dengan ikhlas, namun sebagai “negara hukum” perlu dilihat lebih dalam niat dalam perbuatan penistaan agama tersebut secara hukum. 

Allah swt berfirman dalam QS: 2 AL BAQARAH ayat 263, “Qaulum ma’ruufuw wa maghfiratun khairum min shadaqatiy yatba’uhaa adzaw wallaahu ghaniyyun haliim” yang artinya, Perkataan yang baik pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi sesuatu yang menyakitkan. Dan Allah Mahakaya lagi Mahapenyantun.
Ulah Ahok tersebut sangat mempengaruhi stabilitas kehidupan di Indonesia dalam hal beragama. Benar negara kita bukan negara agama yang berlandaskan hukum Islam namun negara kita berdasarkan Pancasila yang juga menjamin harkat dan martabat agama.

“Ini patut diduga juga terkesan dari lisan Ahok dalam “minta maaf” seperti “terpaksa” karena kepentingan “POLITIK PILKADA !” ,” cetus Hardjuno tegas.

Bila ditelusuri lanjut Hardjuno, salah seorang petinggi partai berlambang pohon beringin sebagai pendukung Ahok bernada membela. Maka itulah katanya, semua masalah harus disikapi  dengan arif dan bijak. Jangan sampai terpancing dengan hal-hal yang justru menimbulkan kebencian.


“Bagaimanapun kesalahan Ahok adalah hal yang harus diproses secara Hukum, ” jelasnya.

Karena bagi Hardjuno, tindakan itu adalah kesalahan Individu yang arogan, dan harus diberi pelajaran agar terjadi efek jera.


“Ahoklah yang justru memancing semua persoalan ini terjadi. Kita lihat saja bersama, Inshaa Allah! Mukjizat Yang Maha Suci segera tiba. Semoga Allah SWT segera “Berbicara” untuk Nusantaraku.” tandasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita