by

HWPL Dan Aljazeera Tandatangani MOU Penghentian Perang

Man Hee Lee saat beriskusi dan tandatangani MOU dengan Aljazeera.[Sulli/Breeana/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, SEOUL – Heavenly Culture,
World Peace, Restorasi of Light (HWPL) telah menandatangani
nota kesepahaman (MOU) dengan media jaringan Aljazeera, salah satu
saluran berita paling dihargai terhadap isu terkini di dunia.
Penandatanganan tersebut adalah untuk
mencapai tujuan bersama, penghentian perang.

Perjanjian tersebut ditandatangani di Grand InterContinental Seoul Parnas, Seoul, Korea, (18/9). Ini merupkan MOU HWPL yang pertama dengan media global. Mereka yang hadir adalah Ketua
HWPL Man Hee Lee, Aljazeera Center of Public Liberties and Human
Rights(PL&HR) Sami Elhag, and senior producer of Aljazeera Center of
PL&HR Mohamed Eltayeb Elkhidir.


Elkhidir berpartisipasi di Proklamasi Deklarasi Damai dan Penghentian Perang 14 Maret, yang menandai awal kerjasama. Dedikasi Lee begitu mengegrakan Aljazeera yang telah terus berinteraksi dengan HWPL. Ini
menyebabkan Mr. Elhag yang membantu merumuskan Deklarasi Doha, khusus
didedikasikan untuk melindungi jurnalis di seluruh dunia.
Akhirnya, 2 wartawan berpartisipasi dalam 2 Peringatan World
Alliance of Religions ‘Perdamaian (WARP) Summit dan membuat MOU.

Untuk
melakukan kerjasama yang erat dijanjikan Elhag dan Mr Lee
yang menekankan peran jaringan global untuk mencapai perdamaian dunia
dan menghargai kerjasama dan bantuan dari Aljazeera. S
aat bersejarah ini diabadikan Elkhidir. Gagasan menjadi satu untuk mencapai perdamaian dunia dan peran penting pemuda.[Sulli/Breeana]

Comment

Rekomendasi Berita