by

Rachmawati: Meski Sudah Minta Maaf, Ahok Harus Diusut Secara Hukum

Cawagub Sandiaga Uno saat berkunjung ke kediaman Rachmawati Soekarno Putri di Jatipadang Raya, Jakarta Selatan.[Suroto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  – Pendiri Universitas Bung
Karno (UBK), Rachmawati Soekarnoputri
menerima kehadiran pasangan cagub dan cawagub, Anies – Sandiaga Uno di kediamannya jalan Jatipadang
Raya Jakarta Selatan, Rabu (12/10). Namun Anies berhalangan hadir. Sandiaga Uno datang ditemani Boy Sadikin anak Ali Sadikin,
mantan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat tahun 1966 hingga 1977.

Sandiaga
Salahuddin Uno yang biasa disapa Sandi Uno mengatakan, tujuan kehadiran
perwakilan bertemu dengan Ibu Rahmawati Soekarno Putri adalah untuk bertukar pikiran bagaimana langkah
ke depan yang berpihak pada wong cilik, wong kecil terutama menyangkut kebutuhan
hidup  warga Jakarta yang semakin serba kesulitan saat ini.

“Ada beberapa
solusi dan program. Saya sudah mencatat, mudah-mudahan bisa saya sampaikan ke mas Anies, dan bisa dijadikan
program. Keinginan Bu Rachma dan Pak Boy adalah keterbukaan,
transparansi dan keadilan,” jelas Sandi.

Rachmawati mengatakan, tolok
ukurnya pada wong cilik atau pada cukong? Nah kalau dari bang Boy,
beliau dari Bang Ali Sadikin (almr) tentunya berkeinginan supaya warga
DKI Jakarta memilih dengan akal sehat yang pro dengan wong cilik.
Rachma menambahkan, memang ada sebagian orang mencap kalau saya
tergolong kelompok ‘Radikal Ekstrimis’, namun tetap konsisten akan turut
membela wong cilik.

“Memang selama ini saya bersebrangan dengan Megawati, tentunya menjadi tanda tanya, sekarang reklamasi, ada juga
penggusuran, yang terakhir juga penistaan agama. Kok masih saja di
gadang-gadang? ” imbuh Pendiri Universitas
Bung Karno (UBK) ini.

Rachmawati
mengatakan, memang sedari awal selalu bersebrangan dengan kakaknya dan
merasa aneh mengapa Megawati mau mengusung Ahok di Pilgub DKI
2017 mendatang.

Selain
itu terkait wacana Reklamasi, bagi Rachma kalau project Giant Sea Wall
(GSW) itu tidak apa-apa, atau ok-ok saja, sebagaimana di masa pemerintahan Soeharto yang bermaksud membangun GSW agar bisa menjadi solusi
mengatasi kepadatan penduduk DKI.

“Tapi
ini sudah berubah, berubah sama sekali. Soalnya, itu menjaga air laut
agar tidak masuk ke DKI. Namun kalau reklamasi ini saya nyatakan tidak,
soal reklamasi bukan di Jakarta saja, ada juga di Bali,” tukasnya.

“Lihat
saja kebutuhan masyarakat saat ini saja sudah sedemikian sulit. Yang
perlu diberikan dukungan bukan pengembang saja namun seharusnya rakyat
dong,” demikian ungkapnya Rachma.

Terkait penistaan agama yang dilakukan Gubernur Pertahan,
Basuki Tjahaja Purnama saat di kepulauan seribu(27/9) pekan yang lalu, 
Rachma mengatakan, di mana nasionalitas kita ini? Ini kok seolah-olah
sudah minta maaf yah sudah saja. Coba saja, orang yang terpidana, minta
maaf. Hukumnya masih berjalan dong harusnya. Ini harus diusut, disidik,
dilanjutkanlah,” harapnya.

Apalagi
menurut Rachma, MUI sudah secara resmi mengeluarkan pernyataan bahwa
Ahok telah dengan seenaknya berbicara tentang ajaran agama yang Ahok
tidak pahami sama sekali.
“Ditambah
lagi diajak Mega ziarah ke makam Bung Karno. Ahok itu tidak pantas ke
makam ayahnya, karena telah menistakan agama,” ujarnya kecewa.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita