by

Habiburokhman : Pelajaran di SMP Pun, Bisa Dibedakan Lambang Negara dan Dasar Negara

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Polda Jawa Barat resmi menetapkan Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka dalam perkara terhadap lambang negara. Pasca penetapan tersangka, kuasa hukum dari GNPF MUI Habiburrahman mengatakan, ketika mendapat pelajaran di SMP pun sudah diketahui bedanya lambang negara dan dasar negara. “154 KUHP itu yang disebutkan lambang negara. Jadi ketika kita sekolah SMP sudah tahu, bedanya lambang negara dengan dasar negara,” kata Habiburokhman, Senin (30/1/2017).

Habib mengatakan, lambang negara yang dimaksud dalam konteks hukum itu adalah Garuda Pancasila. “Di UU bendera lambang negara yang disebut itu adalah garuda pancasila dengan yang ada tulisan bhinneka tunggal ika. Artinya bentuk fisik burung garuda pancasila. Sehingga objek dalam UU itu adalah garuda pancasila, bukannya pancasila dalam konteks dasar negara,” sungut Ketua Pembina Advocat Cinta Tanah Air (ACTA) itu.

Jadi, lanjut Habiburokman, bila merujuk pada pidato habib Rizieq, tidak ada kata-kata soal lambang negara. “Sama sekali gak ngomong soal lambang negara. Itu jelas yang dibahas adalah soal sejarah pancasila sebagai dasar negara. Itu bukan kriminal,” tandasnya.

Karena itu, dia menegaskan, penyidikan oleh Polda Jabar objeknya sudah salah. “Jadi objeknya sudah salah. Objek yang di dasarkan sudah salah, Jadi sulit dan aneh sekali kalau sekarang beliau menjadi tersangka,” katanya lagi.

Diberitakan, Habib Rizieq hari ini ditetapkan sebagai tersangka setelah Polda Jabar melakulan ekspose gelar perkara hari ini. Meski gelar perkara digelar tadi, Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan sudah mengatakan, penetapan status tersangka Rizieq sebagai tersangka 99 persen sejak akhir pekan lalu. Rizieq ditetapkan sebagai tersangka menyusul laporan Sukmawati Soekarnoputri.

Ketua Umum Partai Nasional Indonesia Marhaenisme itu melaporkan Rizieq ke Bareskrim Polri, 27 Oktober 2016. Aduannya diterima dalam surat bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim.

Rizieq dilaporkan dengan sangkaan Pasal 154 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Lambang Negara dan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.[TB]

Comment

Rekomendasi Berita