by

Diskusi Publik Terbuka ‘Melawan Rezim Hoax’

Saat diskusi berlangsung.[Nicholas/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Persoalan dugaan makar yang hampir dua (2) bulan menimpa Sri
Bintang Pamungkas (SBP), aktivis senior yang sangat vokal
sebagai pejuang demokrasi dan reformasi telah ditahan oleh aparat
kepolisian. Sehubungan hal tersebut aktivis Rumah Kedaulatan Rakyat
Indonesia (RKRI) menggelar diskusi terkait fenomena perpolitikan, sosial
maupun ekonomi, Kamis (2/2).

Riana, pengurus Harian Rumah Kedaulatan Rakyat Indonesia
(RKRI) menyampaikan keprihatinan rekayasa hukum, dan
penangkapan aktivis dimana SBP, Rijal ‘Ijal’, serta Jamran telah
ditahan, demikian ungkapnya membuka sesi diskusi terbuka
bertajuk,”Melawan Rezim Hoax” digelar di Rumah Kedaulatan Rakyat (RKR) Setiabudi, Jakarta Selatan. 
Menurutnya
digelarnya diskusi karena ada tantangan, peluang agar tidak takut,
serta berupaya bangkit melawan tirani. “Kemudian, kedepan nanti apa yang
terjadi sebelum 15 februari nanti, ketika para aktivis kritisi upaya
hukum yang dirasa direkayasa ini, apa akan ditangkap kembali lagi
nantinya?” Tanyanya.
Tampak hadir dalam diskusi belasan aktivis. Selain melantunkan lagu perjuangan oleh seniman Yayan 2 M serta
pembacaan puisi oleh Uchok yang kerap dipanggil codot dari eks dipo 58
itu membacakan puisi. Tampak pula aktivis senior, Sunarti ketua
SBSI 1992.
Ade Nugraha, meneruskan apa yang dikatakan Rocky Gerung di acara stasiun
tv ILC beberapa waktu yang menyatakan kalau yang
menyebarkan berita tidak benar adalah rezim ini.

“Tanggal 1 desember yang
lalu, sebelum aksi damai penangkapan 13 pejuang rakyat yang sampai hari
ini masih ada 3 pejuang rakyat, seperti SBP, Jamran dan Rijal. Mau
dibawa kemana negeri ini? Bahkan ketika ulama mengatakan sesuatu yang
benar, dikatakan ‘batil’,…ini indikasinya sudah merupakan rejim
komunis,” paparnya.

Ulama lanjut Nugraha, banyak diciduk, banyak ditangkap. Padahal Ulama adalah pewaris para nabi, rezim ini benar benar menyebar berita hoax. Pemanggilan
Imam besar umat Islam, Prof Dr. Muh. Rizieq Shihab ini jelas bahwa
yang melaporkan ke Bareskrim adalah orang ‘oon’,” tudingnya.
Sementara, Sunarto, koordinator JALA
(Jaringan Aksi Lawan Ahok) sampaikan diskusi akan diadakan nanti tiap
kamis.”Situasinya saat ini yang dihadapi psikologi sosial dirasa agak
sulit yang secara hirarkis ‘top down’ dari atas yang rezim dirasa sibuk
menggunakan Polri sebagai tameng,” jelasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita