by

Marlo Sitompul Meminta Pihak BPJS Membantu Pengadaan Ruang ICU Pasien

Tukimin saat berada di RSUD Cengkareng.[Marlo/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Malang nian nasib wong cilik, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah yang dialami Tukimin, seorang pasien RSUD Cengkareng yang sulit mendapatkan haknya meski sudah memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ini diungkapkan Marlo Sitompul, Ketua Umum SPRI kepada radarindonesianews.com melalui sambungan WhatsApp, Jumat (10/2).
Saat dihubungi radarindonesianews.com, Marlo Sitompul mengatakan, dirinya baru mendapat laporan dari pihak keluarga Tukimin sore inii, Jumat (10/2).
“Sore tadi saya baru dapat laporan dari keluarga pasien.” Ujar Marlo Sitompul melalui hubungan selular.
Marlo menyayangkan di tengah debat dan kampanye Pilgu DKI ini, masih terjadi pelayanan RSUD yang tidak adil terhadap pasien yang sudah jelas sebagai pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS). Marlo meminta perhatian serius kepada pihak terkait terutama RSUD Cengkareng, Dinas Kesehatan, RSUD  Cengkareng, Plt Gub DKI Jakarta, Menkes RI hingga Kepala BPJS Kesehatan.
“Saya mendesak Kepala BPJS untuk turun tangan membantu pasien atas nama Tukimin yang  hingga sore ini sulit mendapatkan ruang ICU.” Tegas Marlo.

Tukimin didiagnosa terserang penyakit dispneu ec asidosis metabolik + ckd+penemoni. Oleh pihak keluarga, Tukimin diantar ke RSUD Cengkareng namun sangat sulit hanya untuk mendapatkan ruang ICU padahal pasien atas nama Tukimin memiliki Kartu Indonesia Sehat dengan No KIS: 0000374955873 dan juga sebagai warga DKI dengan NIK: 3173010708280003.

“Sampai saat ini pasien masih berada di IGD RSUD Cengkareng, sejak sore tadi. Pasien harus dirawat di ruang ICU, karena membutuhkan pentilator. Ruang ICU di RSUD Cengkareng penuh. Pihak RSUD Cengkareng sudah menghubungi Rumah Sakit  lain. Semua RS yang dihubungi ruang ICU-nya penuh. Mohon di bantuan semua pihak, agar pasien bisa cepat mendapat perawatan.” Imbuh Marlo.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita