by

Permohonan Penambahan Tenaga Pendidik Di Kabupaten Kepulauan Meranti

RADARINDONESIANEWS.COM, RIAU –  Bapak Redovan Jamil Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa bersama Ibu Riyati Pengelola Sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya, Dusun Bandaraya, Desa Sokop, Kecamatan Rangsang Pesisir melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti. Kunjungan itu bertujuan untuk mendiskusikan mengenai kekurangan tenaga pendidik di Sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya tersebut. Tiga hari sebelumnya Bapak Jamil sudah menghubungi Bapak Ramdan serta Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti (Bapak Rosdaner, S.Pd.) perihal niatnya itu. 

Berhubung Bapak Rosdaner ada tugas serta keperluan di Riau, beliau mengembankan amanahnya kepada Kasubag Umum (Bapak Muhammad Nasir). Sehingga Bapak Jamil (Konsultan Relawan SLI Dompet Dhuafa) dengan Ibu Riyati berdiskusi dengan Kasubag Umum. Konsultan Relawan SLI itu mengucapkan ribuan terima kasih kepada pihak Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti yang telah hadir pada acara pisah sambut antara guru Konsultan yang lama (Ibu Siti Kurniawati dan Kitty Andriany) dengan Guru Konsultan yang baru (Bapak Redovan Jamil). “Kami sangat senang karena banyak pihak yang hadir pada acara pisah sambut yang dilaksanakan pada hari Rabu 3/2, salah satunya Bapak Dinas,” ujar Bapak Jamil dengan raut wajah yang senang.

Setelah usai berbagi kabar, Bapak Jamil mengutarakan maksudnya mengenai keresahannya dengan keadaan di Sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya tersebut. Anak-anak yang super aktif, butuh perhatian yang ekstra, dan kendala-kendala lainnya. Kondisi tersebut akan bisa dikendalikan apabila tenaga pendidik di sekolah itu ditambah satu orang lagi. Sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya memiliki 3 kelas, dari kelas 1 sampai kelas 3, dengan siswa keseluruhan 56 orang. Namun, tenaga pendidik yang ada hanya 2 orang guru setelah kepulangan Ibu Siti dan Kitty karena habis masa tugasnya.

Kekurangan satu orang guru tersebut membuat Bapak Jamil dan Ibu Riyati kocar-kacir untuk mengkondisikan satu kelas yang tidak ada tenaga pendidiknya. “Anak-anak susah untuk ditinggalkan di kelas tanpa didampingi. Jika tidak didampingi mereka akan berlari-lari keluar kelas serta berkelahi dengan temannya,” keluh Ibu Riyati Pengelola Sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya.

Maka dari itu, pihak Sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya mengharapkan Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti untuk menepati janjinya memberi satu orang guru PNS yang ditugaskan di sana untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik. Bapak Muhammad Nasir selaku Kasubag Umum menanggapi hal itu dengan baik. Beliau mencatat semua keluh kesah dan semua harapan itu pada buku catatannya untuk dilaporkan kepada Kepala Dinas Kepulaun Meranti.

“Kami sangat tersanjung atas program yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Program dari dompet Dhuafa sangat membantu perkembangan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti terkhususnya di Desa Sokop, Dusun Bandaraya. Kami juga akan mengupayakan bantuan pendidikan untuk Sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya tersebut. Kami usahakan akan diturunkan anggaran untuk pembangunan pada tahun ini, jika belum sempat, maka di tahun 2018 akan dilaksanakan,” tutur Bapak Muhammad Nasir selaku Kasubag Umum.

Diskusi pada pagi itu diakhiri dengan berfoto bersama. Setelah itu Bapak Jamil dan Ibu Riyati mohon pamit untuk kembali ke Desa Sokop, Dusun Bandaraya untuk menjalani aktifitas rutinnya. Jarak antara pusat kabupaten dengan Sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya lebih kurang 2 jam menggunakan angkutan air yaitu speedboat. Akses transportasi yang cukup sulit.[Willi]

Comment

Rekomendasi Berita