by

Arief Poyuono: Bank BTN Bank Yang Jarang Terjadi Pembobolan

Arief Poyuono, SE. MKom, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN.[Dok.radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Terjadinya peristiwa pembobolan dana nasabah dalam sistem perbankan nasional direspon Arief Poyuono SE.MKom. Menurut Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini,  dana nasabah milik personel ataupun dana milik badan hukum dipindah melalui berbagai modus operandi pemalsuan bilyet giro, pemindahan dana nasabah melalui rekening yang dilakukan oleh internal bank yang bekerja sama dengan pihak luar atau dengan pemilik dana sendiri agar dapat diklaim ke Bank. Ini dikatakan Arief, Sabtu (4/3). 
Arief Poyuono menilai adanya pembobolan melalui hacker serta pembobolan melalui ATM yang semuanya akibat kelalaian pemilik dana tersebut dalam mengunakan layanan internet banking.”Terkait adanya kasus pembobolan dana milik nasabah bank BTN di Banyuwangi sebesar 5 milyar oleh pegawai marketing di Bank BTN sebenarnya hanya bagian kecil dan kasus itu,” Ujar Arief.
Arief menduga bahwa pegawai bank BTN tersebut adalah pegawai outsourcing yang tidak mengurusi tranksaksi keuangan di Bank BTN, jadi dalam hal ini memang dilakukan oleh ‘oknum’ pegawai bank BTN yang memang selama ini tidak disangka akan melakukan tindakan kejahatan perbankan di Bank BTN.”Artinya tidak ada sebuah kesengajaan apalagi adanya kerjasama dengan petinggi di Bank BTN,” cetusnya.
Bahkan, sambung Arief Poyuono, saat ini Bank BTN merupakan bank yang sangat jarang sekali terjadi pembobolan dana nasabahnya, Dengan adanya kasus pembobolan dana nasabah Bank BTN di Banyuwangi harus menjadi pelajaran bagi manajemen bank BTN agar tidak terulang lagi. Sebab, Bank BTN tambah Arief, merupakan bank dengan kinerja yang sangat apik dengan meningkatnya profit, aset dan banyak memberikan kredit pada masyarakat kecil menengah dalam program sejuta perumahan yang dicanangkan Jokowi.
“Kasus koperasi Pandawa yang melibatkan karyawan bank BTN, lanjut Arief, justru banyak karyawan bank BTN dan bank lainnya yang tertipu untuk menempatkan tabungannya di Koperasi Pandawa dengan iming iming bunga yang lebih tinggi dari perbankan.
Oleh karena itu, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu berharap pada Direksi Bank BTN melalui Departemen Publik Relationnya (PR) segera menjelaskan kedua masalah tersebut. “Apalagi bank BTN adalah bank yang sudah go publik, hingga tidak menimbulkan isu isu negatif yang berdampak pada performance Bank BTN di mata publik,” tandasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita