by

KMI: Tantangan Toleransi Dalam Pilkada DKI

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kaukus Muda Indonesia selenggarakan Diskusi Publik bertema Tantangan Toleransi Dalam Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua, di Gedung Juang 45 Jl. Menteng Raya, Jumat (31/3) dengan menghadirkan pembicara Arbi Sanit, Akademi dari Universitas Indonesia, Herdi Sahrasad Akademisi Universitas Paramadina dan K.H Hamdan Maulana.

Arbi Sanit, dalam diskusi tersebut menyampaikan, sangat perlu berbicara serta membahas toleransi, soalnya situasi kini semakin lama semakin tegang dan kompleks. Lebih lanjut Arbi mengutarakan gaungnya tidak hanya di pusat sentral Ibukota DKI Jakarta saja, namun telah merasuk seluruh Indonesia.

“Banyak pertanyaan apakah masih aman? menegakkan toleransi dalam kondisi keanekaragaman tidak bisa dalam waktu semalam.” Ujar Arbi.

Intoleransi Arbi menambahkan, nampaknya semakin kuat.”Menerima persamaan dan menerima perbedaan itu yang dimaksud toleransi. Perbedaan ekonomi sudah lama tapi tidak menjadi perbedaan,” paparnya.

Arbi mengulas bahwa setiap persidangan Ahok selalu ada dua golongan atau kelompok.”Intoleransi sudah menjadi serius dalam Pilkada Jakarta. Pilkada adalah suatu proses demokrasi. Memilih Ahok kalau mati tidak disembahyangkan. Intoleransi sudah bertujuan ‘Asal bukan Ahok’. Yang dikhawatirkan dampaknya. Politik berdasarkan nilai atau kepentingan,” jelasnya.

Kemudian, terkait dengan politik identitas agama yang sekarang ini dipakai, menurut Arbi ini bukan soal politik tapi soal agama.”Negara agama adalah kepatuhan. Di Indon├ęsia pemerintah jatuh karena aksi massa yang terus terusan digerakkan. Suharto jatuh karena demo besar-besaran,” ujarnya.

Bahkan untuk sekarang menurut Arbi, dengan adanya aksi unjuk rasa (demontrasi) ini berbahaya.”Presiden sekarang ini adalah presiden yang terlemah. Ada khabar pada pilkada ada demo besar. Aparat akan membela negara,” paparnya.

“Kebebasan ada batasan. Demokrasi bukan semau kita. Toleransi mati karena kaum radikal. Di mana pokok e bukan Ahok ini bicara radikal, sedangkan toleransi bisa menerima persamaan dan perbedaan.” Imbuh Arbi.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita