by

KH.DR.Tb.Abdurrahman Anwar,MA.: Di Balik Kunjungan Raja Salman

KH.DR.Tb.Abdurrahman Anwar,MA

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – “Ahlan Wa Sahlan Ya Malikus Salman”, itulah ucapan terindah yang meluncur dari lisan umat Islam Indonesia, menyambut kedatangan beliau dengan penuh haru dan antusias. Umat Islam Indonesia sangat gembira dengan kedatangan Raja Salman Al-Saud.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini Indonesia sedang dijajah dan dikuasai oleh neokolonialis dari segi ekonomi di hampir semua sektor kehidupan. Derasnya pinjaman asing mendominasi dengan suku bunga sangat tinggi agar Indonesia terbelit hutang dan tidak mampu membayar yang pada akhirnya Indonesia akan dimiliki asing.
Indonesia sedang mengalami pertarungan dua ideologi global, Barat yang lebih berorientasi pada liberalisme dan China yang berkiblat ke komunis di satu sisi dan dengan rakyat Indonesianesia yang mayoritas beragama Islam di sisi lain.
Adanya gelombang aksi Bela Islam 1,2,3 dan 4 yang menuntut sipenista Al- Quran harus dipenjarakan dan Jokowi harus bersikap tegas. Dengan fenomena empat hal tersebut di atas, maka Indonesia dengan Saudi Arabia memiliki hubungan emotional ideologis yang kuat sehingga Raja Salman sebagai pimpinan tertinggi Saudi Arabia terpanggil harus datang ke Indonesia agar Indonesia terselamatkan jatidiri menjadi bangsa aslinya yang mayoritas Muslim terbesar di dunia. 
Secara politis kedatangan Raja Salman adalah untuk membantu dan menyelamatkan Indonesia dengan apa yang diharapkan. Raja Salman datang dengan membawa bantuan dan pinjaman sebesar 25 milyar US setara dengan 332,5 triliun tanpa bunga dan tanpa tenggang waktu. Sementara pinjaman baik dari Barat yang kapitalistik-liberal maupun China yang komunis itu membantu dengan memberikan pinjaman berbunga tinggi agar mencekik Indonesia dengan hutang.
Raja Salman murni dan tulus membantu Indonesia. Dengan kedatangan Raja Salman ke Indonesia maka ada pesan tersirat bahwa selama ini Indonesia selalu memuji dan membanggakan bantuan Barat yang kapitalis-liberal dan China yang jelas berideologi komunis. Bantuan mereka tidak lain kecuali untuk menjajah dan menghancurkan Indonesia. Sebelum ini, hubungan Indonesia-Arab secara politik dan ekonomi kurang signifikan namun kedatanagn Raja Salman dari Saudi Arabia itu telah menyelamatkan Indonesia.
Pertanyaannya adalah apakah Bantuan berupa  pinjaman tanpa bunga itu untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya umat Islam atau hanya akan jadi bancakan bagi bagi uang antar para pejabat negeri ini?
Itulah Islam Rohmatan lil alamin. Kalian hina Al- Quran dan kalian hina kaum Muslimin ternyata akhirnya kalian makan, minum dan buang air dari negeri Islam tercinta.[]

Comment

Rekomendasi Berita