by

Bupati Nias Pimpin Rakor Tekait Tersendatnya Pembangunan Tower Sutet PLN

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM sekaligus sebagai Ketua Forum Kepala Daerah, (Forkada) gelar rapat koordinasi terkait tersendatnya pembangunanan tower sutet 70 kv, bersama Kepala Daerah se-Kepulauan Nias dan FORKOPIMDA serta PT. PLN (Persero) yang dilaksanakan di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Nias, Jumat (21/04)

Bupati Nias Sokhiatulo Laoli pada kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa pembangunan tower sutet PLN, seharusnya selesai pada bulan April 2017 dan menurut rencana awal, akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada bulan Juni 2017.

Melihat realisasi di lapangan, menurut Bupati Nias muncul sejumlah kendala, salah satunya adalah terkait pembebasan lahan yang dilalui pembangunan tower tersebut, tapi karena tidak adanya koordinasi oleh PT. PLN (Persero) kepada Pimpinan Daerah, sehingga terkait permasalahan yang ada, oleh Kepala Daerah yang dilalui oleh Jaringan Kelistrikan dimaksud, tidak dapat mengambil peran dalam hal penyelesaian permasalahan yang ada.

Menurut Bupati Nias, sebagai salah satu solusi dalam hal penyelesaian permasalahan yang timbul dibeberapa lokasi, meminta kepada PT PLN (Persero) untuk selalu berkoordinasi kepada seluruh Kepala Daerah di Kepulauan Nias, demi tercapainya penyelesaian yang dapat diterima oleh semua pihak, sehinngga cita-cita Nias terang dapat diwujudkan sebagimana disampaikan oleh Presidan RI beberapa waktu lalu.

Senada dengan Bupati Nias, mewakili Bupati Nias Selatan, Asisten III Arototona Mendrofa juga mengeluhkan hal serupa bahwa dikarenakan tidak adanya koordinasi kepada Pemerintah Daerah Nias Selatan, yang mengakibatkan munculnya sejumlah preseden buruk tentang terhambatnya pelaksanaan pembangunan tower sutet tersebut. Padahal, menurut Arototona Mendrofa, apabila pihak PT. PLN (Persero) mau berkoordinasi, maka Pemkab Nisel siap bekerja sama dalam mencari solusi penyelesaian masalah yang ada.

Senada dengan Asisten III Kabag Ops Pores Nias Selatan, juga menyarankan kepada PT. PLN unuk mau berkoordinasi kepada masing-masing Kepala Daerah guna mencari solusi terbaik pada kegiatan pembangunan tower sutet oleh PT. PLN (Persero) dan dapat segera tewujud serta terselesaikan dengan baik sesuai rencana.

Sementara itu, Manager UPK Jaringan PT. PLN (Persero) wilayah Sumatera I Ranto Bintang, pada penjelasannya di hadapan sejumalah Kepala Daerah dan Pimpinan Daerah se-Kepulauan Nias mengatakan bahwa pihaknya tetap konsisten akan penyelasaian pekerjaan tersebut agar dapat terselesaikan dengan baik namun, menurutnya akan terus diupayakan dan siap berkoordinasi kepada pihak terkait sehingga pekerjaan tower, paling lambat akan selesai pada bulan Juli 2017.

Menyinggung tentang adanya sejumlah lahan yang belum terbayarkan ganti ruginya kepada pemilik lahan, Ranto Bintang menjelaskan hal itu terjadi dikarenakan terjadinya dualisme kepemilikan lahan, sehingga PT. PLN (Persero) menemui kesulitan guna mencari penyelesaian. Sedangkan mengenai harga material yang belum terbayarkan, menurutnya karena harga yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan harga pasaran yang ada.

Pada Rapat Koordinasi tersebut turut hadir Wakil Bupati Nias Utara, mewakili Bupati Nias selatan, Sekda Kabupaten Nias, mewakili Bupati Nias Barat, mewakili Walikota Gunungsitoli, Pas Ops Lanal Nias, serta sejumlah hadiri terkait lainnya. (Rinus)

Comment

Rekomendasi Berita