by

LKPI : 73,3% Warga Tidak Puas Kinerja Basuki Tjahya – Djarot Selama Menjabat

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Berdasarkan hasil survei jajak pendapat terhadap kecenderungan pilihan Kepala Daerah Jakarta oleh warga DKI Jakarta dengan jumlah responden 2001 orang, margin of error +/- 2.6% serta tingkat kepercayaan 98% diadakan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada 7 hingga 13 April 2017, menghasilkan beberapa poin setelah diverifikasi. Jakarta, Sabtu (15/4).

Direktur LKPI, Arifin Nurcahyono mengemukakan poin pertama yang  melatarbelakangi pilihan Warga DKI Jakarta pada ke2 paslon Kepala daerah dimana sejumlah 55,7% memilih paslon berdasarkan kesamaan agama dengan yang dianut calon gubenurnya, lalu sebaliknya kisaran 37,5% tidak berdasarkan kesamaan agama dianut, sedangkan sisanya 6,8% tidak memberikan jawaban.

Kemudian, sambung Arifin Nurcahyono, saat Warga DKI Jakarta ditanyakan terkait kasus hukum yang menimpa Basuki Tjahaya yaitu kasus penistaan agama. “Responden menjawab sekitar 53,3% kasus Basuki membuat mereka kecewa dan akan jadi faktor yang mempengaruhi dalam memilih Basuki -Djarot. Sedangkan, warga DKI Jakarta yang tidak berpengaruh kasus itu sebanyak 44,2%, selebihnya 2,5 persen tidak menjawab,” ungkapnya saat mengurai survey pengaruh atau tidak dalam memilih.

Selanjutnya, menurut Direktur LKPI kalau Masyarakat Jakarta saat ditanya terkait kepentingan Joko Widodo untuk kemenangan Basuki Tjahaya sebagai Gubenur DKI Jakarta, sebanyak 87,2% menjawab sangat punya kepentingan dengan terpilihnya Basuki Tjahaya sebagai gubenur dan sisanya berpendapat Joko Widodo tidak punya kepentingan.”Dari alasan ditemukan 87,2 % warga DKI, 60,4% memberikan alasan karena semua rahasia Joko Widodo saat jadi gubenur dan terpilih sebagai Presiden diketahui oleh Basuki Tjahaya, selebihnya mengatakan agar program Joko Widodo bisa dilanjutkan Basuki Tjahaya,” tukasnya.


Berdasarkan temuan survei, Nurcahyo menyatakan, diketahui bahwa 73,3% warga Jakarta tidak puas dengan kinerja Basuki Tjahya – Djarot selama mengurus Jakarta.

“Hal tersebut disebabkan oleh kebanjiran saat hujan dan kemacetan setiap hari serta jalan jalan yang rusak,dan ternyata Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga tidak meringankan beban biaya pendidikan bahkan banyak penyelewengan.” ujarnya.

Lalu terkait pasangan Anies Baswedan – Sandiga ,72,3% warga yakin Anies-:Sandi bisa memimpin Jakarta lebih baik lagi dari Basuki – Djarot. Menurut riset LKPI terhadap responden mengulas alasan latar belakang pengalaman Anies di birokrasi ketika menjadi menteri pendidikan dan dicopot bukan karena kinerja yang buruk, akan tapi akibat 

‘Tekanan Politik’ dagang sapi kepada Joko Widodo.”Begitu juga warga DKI yakin dengan kemampuan dan kesuksesan Sandiaga Uno dalam membangun usahanya bisa jadi dasar untuk memimpin Jakarta yang lebih baik,” paparnya.

“Saat tahun 2001 warga DKI Jakarta yang mewakili semua warga DKI jakarta yang memiliki hak memilih pada pilkada DKI putaran kedua, ditanyakan akan memilih siapa dari kedua paslon tersebut. Maka 51,4% akan memilih pasangan Anies Baswedan – Sandiaga dan 46,1% memilih Basuki Tjahaya – Djarot, dan sisanya 2,5% tidak menjawab,” jelasnya

“Dari survei dapat disimpulkan bahwa pasangan Anies – Sandi akan menjadi gubenur dan Wakil gubenur Jakarta setelah tanggal 19 April 2017,” tutupnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita