by

Zeng Wei Jian: Ulah Timses Ahok Untuk Menangkan Putaran Kedua

Zeng Wei Jian.[Hidayatullah]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pilkada DKI putaran ke-2 hanya tinggal hitungan hari. Tampaknya pasangan calon Nomor urut 2 semakin kepanasan melihat dukungan lawan nomor urut 3, Anies Sandi, yang belakangan semakin tajam di atas 10% di atas Ahok-Djarot.
Dengan dukungan dana yang sangat besar, segala cara ditempuh agar memenangkan pesta demokrasi jilid ke -2 ini. Ini tampak dari tulisan Zeng Wei Jian sebagaimana yang dikirimkan Lieus Sungkana ke redaksi radarindonesianews.com, Kamis (6/4). Selamat menyimak.
Baru kali ini ada timses megapower, dibeking duit taipan dan istana, namun sangat tidak efektif. Berkali-kali bikin blunder. Jadi bahan tertawaan satu republik. Itulah timses Paslon Basuki Djarot. Di medsos, mereka dibully sebagai Badja, akronim dari “Bajing Djakarta”.

Di putaran pertama, mereka gatot. Sekalipun ditopang dana kampanye unlimited. Nakut-nakutin emak-emak pake jargon: Ahok kalah, KJP hilang.

Di putaran kedua, Cawagub Djarot bikin gebrakan “warteg haji djarot”. Tiba-tiba Djarot jadi “haji”. Katanya, ngga main SARA. Tapi kok jualan gelar “haji”. Begitu umpat netizen di medsos.

Publik belum lupa ketika “haji djarot” rilis program TIKUS BERBAYAR. Tidak hanya itu, Ketua Partai si Djarot terpaksa turun tangan. Elektabilitas Ahok mentok di angka 30%. Dia rilis video durasi pendek. Jadi bahan tertawaan satu republik. Megawati Sukarnoputeri bilang, “tolong bantu saya”.

Sambil ngomong begitu, matanya kedip-kedip. Bahkan sedari detik pertama video itu, mata Megawati tak henti-hentinya berkedip. Seakan dia kena “Tic Facialis”, kelumpuhan syaraf ke-7.

Selain itu, timses megapower ini melancarkan agresif attack fitnah. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno jadi target. Tapi karena, metode sama gencar dilakukan terhadap Agus Silvy, kali ini publik cuma ketawa melihat tingkah pola timses Ahok kotak-kotak.

Jelas, mereka takut. Polling dan survei mereka nyatakan Anies Sandi unggul 10% di atas Ahok Djarot. Mereka kepanasan. Seperti setan dibacain Ayat Kursi. Ndak heran bila mereka jadi beringas. Kalap. Panik. Halalkan segala cara.

Selain cetak puluhan ribu leaflet gelap black campaign, mereka juga menerbitkan buku 7 dalil memilih pemimpin kafir. Belakangan, pengarang buku itu mengaku belum pernah menunaikan ibadah haji. Namun namanya terlanjur ditulis sebagai Kyai Haji Ahmad Ishomuddin. Ngga berhenti di situ. Kekuatan uang timses, dibantu oknum intelijen, mereka pasang banyak spanduk “Jakarta Bersyariah”. Leitmotifnya, agar publik takut memiloh Anies Sandi.

Mereka berusaha memaximalkan rasa takut minoritas terhadap ISIS. Anies difitnah sebagai pentolan Islam radikal. Sesuatu yang amat janggal dan sudah pasti dirijek publik. “Fear may be politically and culturally manipulated to persuade citizenry of ideas which would otherwise be widely rejected”.

Saya kira, segala usaha mereka jegal Anies Sandi bakal gagal. Masyarakat sudah tau mereka keji. [GF]

Comment

Rekomendasi Berita