by

Ramadhan Gerbang Universal Menuju Perbaikan Umat Dan Negara.

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dalam dua belas bulan ada satu bulan yang menjadi pengecualian dan diistimewakan oleh Allah SWT yakni Bulan suci Ramadhan.

Kesempatan Ramadhan bisa kita gunakan dalam berbagai multi, yaitu multi keikhlasan, multi keimanan dan multi ketaqwaan serta menjadi multi spirit untuk kebaikan dan perbaikan dalam dimensi kehidupan individual,bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Ingat berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadhan. Al Qur’an diturunkan oleh Allah SWT sebagai mukjizat Rasulullah SAW bertepatan dengan bulan Ramadhan. Malam lailatul Qodar hanya ada dan terjadi di bulan ramadhan.

Perang Badar antara pasukan mu’min dibawah komando Rasulullah SAW dan pasukan kafir di bawah komando Abu Jahal dan menang mutlaq pasukan mu’min terjadi di bulan ramadhan.  Indonesia tercinta dimerdekakan oleh Allah SWT pada tgl 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Masjid Agung Demak yang didirikan oleh Wali Songo dibangun dan diselesaikan di Bulan Ramadhan.  Dan sederetan peristiwa penting yang terjadi di bulan ramadhan.

Oleh sebab itu jika ramadhan selalu di hati kita dan bersama kita selamanya, maka akan terefleksikan kehidupan lainnya. Jika setiap individual manusia berubah semakin beriman,bertaqwa dan beramal sholeh berarti telah mendapatkan berkah dari ramadhan.

Tetapi jika prilakunya berubah hanya saat ramadhan saja, berarti tidak mendapatkan berkah dari ramadhan. Mari rebut hikmah di bulan ramadhan agar kita dan bangsa kita tetap utuh, berjaya dan menjadi Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofuur.

Dengan ramadhan tidak boleh ada siapapun yang mencoba memecah belah bangsa dengan issue apapun. Tidak boleh ada pendzoliman dan kedzoliman dari penguasa kepada rakyatnya. Tidak boleh kriminalisasi kepada ulama manapun dengan berbagai alasan yang tidak rational. Tidak boleh ada teror dan intimidasi yang direkayasa atau diciptakan kepada siapapun.

Tugas penguasa negara membangun keadilan dan kesejahteraan bagi warganya. Tugas aparatur negara menciptakan dan melindungi rasa aman pada warganya.  Tidak boleh ada lagi pembunuhan karakter dengan fitnah-fitnah murahan yang tidak akan laku dan menjadi bahan tertawaan orang banyak.

Di alam global ini rakyat sudah sangat faham dan sangat mengerti apa yang akan dilakukan dan sedang dilakukan oleh bangsa dan negara ini. Yang minoritas di negeri ini harus tahu diri, tidak usah menciptakan berbagai rekayasa, dan yang mayoritas juga akan selalu tahan diri jika tidak diawali dan tidak ditantang.

Negeri ini merdeka atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan atas prakarsa para pejuang yang mayoritas Muslim. Mereka yang menginginkan negara ini baik, itu artinya kebaikan untuk mayoritas dan minoritas. Mereka yang menginginkan negara ini rusak, berarti sebagai benalu dan virus penyakit yang membahayakan sekaligus sebagai penghianat bangsa dan negara ini.

Tidak perlu lagi ada penggiringan opini dengan dalih terorisme, radikalisme, pundamentalisme, ekstrimisme, atau apalah namanya.

Tidak perlu lagi ada tujuan dan sasarannya A B C D E tetapi dikemas dengan pesta balon, pesta lilin, pesta bunga dan alih-alih lainnya kalau tujuannya hanya untuk menciptakan opini publik yang tidak laku untuk dijual.[]

Penulis
KH.Tb. Abdurrahman Anwar Al Bantany.

Comment

Rekomendasi Berita