by

Terkait Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Jampidsus Diduga Gelapkan Hukum

Arief Poyuono.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) telah menetapkan pengusaha Edward Seky Soeryadjaya (ESS) sebagai tersangka baru di kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI).
Menurut penyidik, Edward yang menjadi tersangka di kasus ini karena diduga telah turut serta menikmati keuntungan yang diperoleh dari pembelian saham SUGI yang dilakukan oleh tersangka Muhammad Helmi Kamal.
Penyidik Kejaksaan menetapkan Helmi Kemal Lubis, Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina karena diduga melakukan korupsi pengelolaan dana pensiun yang merugikan keuangan negara Rp1,4 triliun.
Helmi diduga menggunakan dana pensiun untuk membeli saham SUGI dan ELSA yang tak ‘liquid’. Pembelian tersebut dilakukan dengan menggunakan PT Millenium Dana Sekurutas. Total saham yang dibeli adalah 2.004.843.140 lembar saham tanpa melakukan kajian dan tidak mengikuti prosedur pembelian saham. Baik Helmi Lubis sebagai Presiden Direktur PT Dana Pensiun Pertamina maupun Edward Soerjadjaya selaku pemilik dari PT SUGI telah ditetapkan sebagai tersangka  oleh penyidik Kejaksaan.
Terkait hal tersebut  diatas, ungkap Arief Poyuono, Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu) mengemukakan jangan penyidikan kasus itu berhenti pada Helmi Kemal Lubis dan Edward Soerjadjaya semata.
“Semua pihak harus diusut, termasuk dugaan keterlibatan Betty Halim selaku pemilik dari PT Millenium Dana Sekuritas,” tukasnya lebih lanjut.
“Bukankah menurut Penyidik Kejaksaan, pada periode Desember 2014-September 2015, Helmi diduga dengan melawan hukum menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total Rp 2 miliar lembar saham senilai Rp 601 miliar melalui PT Millenium Danatama Sekuritas ?,” cetusnya.
Bahkan, sejalan dengan itu perhitungan BPK sebesar Rp 599 miliar, ditambah lagi sambungnya menjelaskan kalau harga saham pada saat itu tidak seharga itu, tapi dijual satu lembar Rp 260.
“Bayangkan 260 dikali 2 miliar lembar berapa duit. Itu harga sekarang hanya Rp 50. Berapa hitungannya sudah. Padahal saat dibeli itu sama sekali harga sudah hancur,” paparnya.
“Lalu, kenapa hingga kini Betty Halim selaku pemilik dari PT Millenium Dana Sekuritas tidak ditetapkan sebagai tersangka,” tandasnya.
“Bukankah sebagaimana Edward Soerjadjaya, Betty Halim juga dapat diduga turut menikmati keuntungan yang diperoleh dari transaksi yang melibatkan PT Millenium Dana Sekuritas?,” ungkapnya.
“Kami menduga ada upaya penggelapan hukum guna menyelamatkan Betty Halim dari kasus perampokan dana pensiun pertamina,” paparnya.
“Karena itu, untuk membuktikan penyidik kejaksaan mesti sungguh sungguh memberantas korupsi. kami serukan agar sesegera mungkin Betty Halim ditetapkan sebagai tersangka sebagai terduga perampok dana pensiun pertamina,” tutupnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita