by

Untuk Perdamaian Dunia, Masyarakat Korea Ajukan Resolusi Kepada Pemerintah

Foto [Breeana Juhye Jeong/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JEONJU –  “Konferensi Perdamaian 2017 tentang Penghentian Perang dan Perdamaian Dunia” digelar di Pusat Kebudayaan Samsung di Jeonju, Korea Selatan, Jumat (22/12)  dengan 2.000 peserta dari latar belakang politik, agama, media dan organisasi masyarakat sipil. Mereka memutuskan untuk membangun kerjasama untuk membangun perdamaian Korea dan global.
HWPL, adalah sebuah LSM internasional di bawah ECOSOC PBB menganjurkan kemitraan global untuk pembangunan perdamaian melalui pengenalan hukum internasional untuk perdamaian, keharmonisan agama, pendidikan perdamaian dan jurnalistik.
Jae Sang Lee, direktur utama HWPL Cabang Jeonbuk, mengatakan semangat pendiri HWPL, diusulkan oleh Ketua Man Hee Lee pendiri organisasi tersebut, mengajukan permohonan untuk perdamaian global yang hanya dapat dicapai saat mengatasi perbedaan dalam kebangsaan, etnisitas, agama, dan ideologi. Pemimpin masyarakat harus menjadi pembawa perdamaian di bidang mereka masing – masing untuk mencapai perdamaian.
Presiden Hyuk Kwon Kim dari Federasi Pemimpin untuk Unifikasi Korea didirikan pada tahun 2015 menekankan, Unifikasi Korea memenuhi kebutuhan zaman bagi masyrakat Korea. Sekarang saatnya keluarga bisa bertemu lagi. 
“Pemerintah dan masyarakat sipil harus mendukung dan bekerja sama untuk memperluas pendidikan perdamaian, seminar dan kampanye. Pengalaman aktivis perdamaian HWPL di seluruh dunia akan memberikan rencana tindakan untuk ‘denuklirisasi Korea dan pembangunan sistem internasional yang damai’, “kata Kim.
Di akhir konferensi, para peserta sebagai perwakilan organisasi masyarakat sipil menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan rencana aksi untuk pembangunan perdamaian di tingkat lokal.
“Kota Jeonju memiliki budaya signifikan dengan sejarah dan aset budaya yang kaya lebih dari 2.000. Kota ini menuntut peran aktif masyarakat sipil sebagai anggota UNESCO Creative Cities dan situs Pusat Informasi & Jaringan Internasional untuk Warisan Budaya Takbenda di Wilayah Asia Pasifik di bawah Auschip UNESCO (ICHCAP). 
Seperti acara yang diinisiasi HWPL ini, sambung direktur umum Ian Seo dari departemen hubungan masyarakat, HWPL HQ.- mengembangkan perdamaian sebagai budaya – berlanjut melalui kerja sama antara masyarakat setempat dan pemerintah.
Dengan penyediaan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan PBB, HWPL merancang Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang (DPCW) untuk meningkatkan upaya pembangunan perdamaian di tingkat global. 
Untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan di dunia, deklarasi ini membahas tentang hukum internasional, kebebasan etnik, kebebasan, menyebarkan budaya damai. Kampanye Perdamaian Legislate sedang berlangsung untuk mempromosikan DPCW di 120 kota di seluruh dunia.(Breean JJ]

Comment

Rekomendasi Berita