by

Politisi Jerman Dari Partai Rasis AfD Arthur Wagner Jadi Mualaf

BRADENBURG – Partai kanan jauh yang anti-Islam dan dikenal dengan rasismenya, AfD, hari Selasa (23/1/2018), mengkonfirmasi kabar di media Jerman yang menyebut bahwa seorang politisinya, Arthur Wagner, telah masuk Islam.
Wagner, anggota terkemuka AfD di negara bagian Bradenburg, mengundurkan diri dari posisinya di komite eksekutif nasional pada 11 januari 2018 dengan alasan pribadi, kata jubir AfD Daniel Friese.
“Partai tidak masalah dengan hal itu,” imbuh Freise seperti dikutip Deutsche Welle.
Dia bersikukuh mengatakan bahwa partai nasional AfD terdiri dari kelompok-kelompok yang mewakili kepentingan Muslim, serta penganut Kristen dan homoseksual.
Wagner, yang berasal dari Rusia, mewakili AfD sejak 2015. Dia pernah duduk dalam kominte negara bagian yang mengurus gereja-gereja serta komunitas keagamaan.
Sebelum bergabung dengan partai anti-Islam dan anti-imigrasi itu, Wagner adalah anggota dari partainya Kanselir Angela Merkel, Uni Kristen Demokrat (CDU).
Wagner menolak menjawab pertanyaan dari koran Tagesspiegel, yang pertama kali melaporkan perihal keislamannya.
“Itu urusan pribadi saya,” katanya kepada koran itu. Namun, dia mengatakan bahwa tidak ada upaya dari partai untuk mendesaknya mengundurkan diri.
AfD untuk pertama kalinya masuk di parlemen nasional Jerman, Bundestag, dari hasil pemilu bulan September 2017, yang mana partai rasis itu menjadi pemenang ketiga pemilu nasional.
Dukungan untuk AfD melonjak naik akibat pemerintah CDU yang dipimpin Kanselir Angela Merkel membuka sebesar-besarnya pintu bagi pengungsi pada tahun 2015 dan 2016.
AfD berargumen bahwa negara Jerman berada di bawah ancaman “islamisasi” dan mereka menuntut agar kontrol pintu perbatasan diperketat.
Wagner bukan politisi sayap kanan jauh di Eropa yang pertama masuk Islam, menurut koran Die Welt.
Arnoud von Doorn diminta meninggalkan partai rasis Belanda pimpinan Geert Wilders, PVV. Diketahui kemudian dia telah masuk Islam dan pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. (leo.ak)/[Hidayatullah]

Comment

Rekomendasi Berita