by

Sartika Winata: Boros Tidaknya Pilkada Itu Dilihat Dari Segi Manfaat

Sartika Winata.[Herizal Harahap/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pesta demokrasi yang dikemas dalam bentuk Pilkada dan Pilpres 2018 -2019 tampaknya sudah mulai menghangat. Sebagian besar masyarakat secara umum dan para politisi khususnya sudah memulainya. Ini dapat kita saksikan baik di media sosial, TV dan juga surat kabar. 

Tak terkecuali, pesta demokrasi itu juga tidak luput menjadi perhatian model, meskipun sisi politik bukan bagian terpenting dalam kehidupan dan lika-liku seorang model. Namun seorang model adalah warga negara yang secara tidak langsung menjadi bagian dari pesta demokrasi tersebut.

Ditemui di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Sartika Winata, model cantik dan imut kelahiran Kotabumi, Lampung Utara ini memberikan komentarnya seputar pilkada yang akan berlangsung serentak pada 2018 nanti.

“Sudah tampak persaingan yang gencar antar calon pasangan dalam pilkada ini.” Ujar Sartika memulai obrolan. Dicontohkannya, pilkada di Jawa Timur yang mencuat di beberapa media baik lokal maupun nasional. Sartika berharap pelaksanaan pilkada nanti berjalan lancar dan aman.
Apakah pelaksanaan Pilkada memboroskan anggaran negara? Model yang sudah dikaruniai seorang putri cantik ini mengatakan, boros tidaknya itu tergantung dari strategi kampanye calon itu sendiri. Sartika melihat boros atau tidaknya sebuah pelaksanaan pilkada itu diukur dari sisi manfaat.
“Bagi saya, boros atau tidaknya itu dilihat dan diukur berdasarkan segi manfaat bagi masyarakat.” Ujar model yang pernah menjadi presenter radar TV Lampung ini.
Menghadirkan artis untuk meramaikan kampanye dalam sebuah pilkada menurut Sartika merupakan pemborosan. Untuk menghemat, lanjutnya, bisa diganti dengan jalan sehat yang lebih bermanfaat.
Menyinggung Pilkada di daerah asalnya, Lampung, Sartika Winata sangat antusias dengan figur Herman HN yang kini menjabat walikota untuk maju menjadi calon Gubernur berpasangan dengan Sutono sebagai cawagub di Pilkada 2018,
Menrut model yang berasal dari Lampung ini, Herman AR dinilai memiliki pervepatan dalam kinerjanya selama ini baik dalam segi pembangunan inra struktur seperti pembangunan fly-over maupun di bidang pelayanan kesehatan.
Dibanding dengan sistem perwakilan untuk menentukan kepala daerah, pembiayaan Pilkada langsung ini menurut Sartika sama saja.
Di ujung obrolan, Sartika memberikan tiga ciri-ciri seorang pemimpin yang baik. Pertama, pemimpin yang baik itu bekerja lebih mengedepankan kesejahteraan rakyat bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Kedua, bekerja keras demi kemajuan di segala bidang dan ke tiga, pemimpin harus komitmen dan tidak mencla-mencle.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita