by

Penemu KSLL, Ir. Ryantori Cabut Hak Pemasaran PT.Katama Surya Bumi

Ir.Ryantori, pemillik paten konstruksi laba-laba

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ir. Ryantori sejak 1991 telah menunjuk PT. Katama Surya Bumi untuk memasarkan KSLL. PT Katama telah mengalami pertumbuhan yang pesat berkat temuan kontruksi yang efisiensi, berkualias dan bisa menghemat biaya.

Seiring berjalannya waktu, PT Katama mengalami pasang surut dibawah kepemimpinan Direktur Utama Kris Suyanto, karena kurangnya komitmen. Penemu akhirnya memutuskan untuk mencabut Hak Pemasaran Paten tersebut.
“Karena sesuai Undang Undang, saya sebagai pemilik. Maka saya berharap untuk memakai perusahaan yang bisa memasarkan paten saya secara baik dan benar. Apalagi paten-paten KSLL yang dulu lisensi untuk pemasaran pada Kris Suyanto yang merasa pemegang (lisensi) paten tidak identik dengan pemilik dan berkompeten menjadi penjamin keamanan bangunan,” terang Ir.Ryantori.
Konstruksi laba-laba milik dan hak paten Ir. Ryantori

Berdasarkan UU RI No. 13 tahun 2016 tentang kedudukan pemilik paten maka inventor (penemu) adalah pemilik sah paten. Dalam UU Paten disebutkan, Pemegang Paten adalah Inventor sebagai pemilik Paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik Paten atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam Daftar Umum Paten. Dan ketentuan sebagaimana dimaksud pada UU tidak menghapuskan hak Inventor untuk tetap dicantumkan namanya dalam sertifikat Paten.

Direktorat Paten Kementerian Hukum dan Ham menyebutkan bahwa Ir.Ryantori pemegang 2 (dua) paten utama yaitu inventor/penemu paten teknologi Nomor ID 0018808-Konstruksi Sarang Laba Laba (KSLL) Nomor ID P000043873-Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV).
UU Paten Pasal 1pun menyebutkan bahwa, “Pemegang Paten adalah Inventor sebagai pemilik Paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik Paten.” Jadi jelas, Pemilik Paten adalah Ir.Sutjipto dan Ir. Ryantori, bahkan kami belum pernah melakukan pengalihan kepemilikan paten tersebut.
Seperti diketahui sebelumnya, Ryantori bersama Ir.Soetjipto (alm) sebagai co-inventor (penemu) KSLL, pada tahun 2003 telah memberi hak untuk mengurus paten kepada Kris Suyanto yang menghasilkan Paten Nomor ID 0018808. Namun yang diserahkan pada saat itu adalah Hak untuk Pengurusan Paten, bukan Pengalihan Kepemilikan Paten (yang prosedurnya diatur dalam UU Paten Bab V Pasal 66). Jadi harus disertai dokumen asli Paten berikut hak lain yang berkaitan dengan Paten itu, tegas Ryantori.
Ryantori pun sebagai inventor belum pernah sekalipun mengajarkan formula penghitungan KSLL kepada siapapun. Melakukan perancangan KSLL tanpa faham cara menghitung yang benar (perhitungan teknologi paten bukan ranah ilmu publik yang diajarkan secara akademis), beresiko terhadap kemungkinan kegagalan bangunan, ujarnya lagi dengan rasa khawatir.
Dengan kata lain, bila melalui proses standar, yang seharusnya melakukan semua desain dan perhitungan konstruksi yakni inventor sebagai pemilik hak karya intelektual (bukan pemegang paten), sehingga secara otomatis penanggung jawab keamanan bangunan adalah inventor. 
Jadi untuk semua desain KSLL yang tidak melalui klarifikasi ke inventor, inventor tidak lagi menjadi penjamin keamanan bangunan. Oleh karena itulah, Ryantori mengingatkan risiko kegagalan bangunan kepada semua pengguna terkait.
Sejauh ini sejumlah proyek di beberapa lembaga Pemerintah dan Swasta masih banyak yang menggunakan KSLL, namun tidak ada jaminan keamanan bangunanya. Hal itu lantaran pihak PT Katama tidak menggunakan perhitungan yang direkomendasi dari Penemunya. PT Katama selama ini hanya copy paste dari projek-proyek yang sudah berjalan.[op]

Comment

Rekomendasi Berita