by

Didi Diah, S.Kom*: Indonesiaku, Kini dan Nanti

Didi Diah, S.Kom
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  – Siapa tak kenal Indonesia. Jika dilihat dari posisi astronomis Indonesia terletak di kawasan iklim tropis dan berada di belahan timur bumi. Hal ini membuat Indonesia selalu disinari matahari sepanjang tahun. Di Indonesia hanya terjadi dua kali pergantian musim dalam setahun yaitu musim kemarau dan hujan. Negara-negara yang memiliki iklim tropis pada umumnya dilimpahi alam yang luar biasa. Curah hujan tinggi akan membuat tanah menjadi subur. Flora dan fauna juga sangat beraneka ragam.
Sedangkan pengaruh dari letak dilihat dari garis bujur, maka Indonesia memiliki perbedaan waktu yang dibagi menjadi tiga daerah waktu yaitu Indonesia bagian timur (WIT), Indonesia bagian tengah(WITA), dan Indonesia bagian barat(WIB).
Letak Geografis Indonesia
Letak geografis ditentukan berdasarkan posisi nyata dibanding posisi daerah lain. Indonesia terletak diantara Benua Asia dan Benua Australia, serta Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi Indonesia sangat setrategis dan penting dalam kaitannya dengan perekonomian. Indonesia berada persimpangan lalu lintas dunia. Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional. Meski untuk sementara waktu diacuhkan, kondisi geografis suatu negara sangat menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global. Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09).
Sejatinya, apa yang didapat Indonesia, adalah sebuah karunia dan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan seharusnya Indonesia mampu bertahan dari ujian apapun, karena negeri ini sungguh kaya dan berlimpah dari daerah hulu hingga ke hilir. 
Bagaimana kabar Indonesia saat ini?
Begitu banyak hal dan permasalahan yang kompleks di negeri gemah ripah loh jinawi ini, seakan akan tak pernah habis kata untuk bisa mengungkapkan isi hati sebagai rakyat Indonesia. 
Sejak era pemerintan Jokowi 2014-2019 Indonesia mengalami perubahan yang signifikan, banyak terjadi impor disana sini, bukan hanya impor bahan baku namun kerap ditemui impor tenaga kerja asing (TKA) dari negeri tetangga yaitu China. Ekonomi, negeri ini tercatat memiliki hutang ribuan trilyun, yang jika dirata rata dengan jumlah penduduk yang ada, setiap jiwa memiliki hutang 16 juta rupiah. Pabrik-pabrik besar yang menjadi tulang punggung perekonomian mengalami kebangkrutan, aneka hasil bumi negeri ini di sambangi dengam produk impor, bukan hanya daging tapi merambah sampai ikan asin. Luar biasa negeriku Indonesia. 
Belum lagi kita jumpai di sektor pendidikan, Indonesia terdampar menjadi negeri konsumtif, hasil karya anak bangsa tidak dihargai dan dilirik sama sekali. Belum lagi carut marut pendidikan yang berujung pada lemahnya hasil didik dari pendidikan di Indonesia. 
Sektor keamanan, propinsi-propinsi yang jauh dari sentuhan pemerintah pusat, satu per satu mulai berteriak ingin memisahkan diri, dimulai dari Timor Leste,lalu Papua Merdeka dan kini Aceh. 
Sektor Hukum, Indonesia bukan lagi negeri yang peduli atas rasa keadilan terhadap rakyat. Hukum di Indonesia hanya menjadi permainan bagi segelintir orang yang berduit, dan tidak berpihak sama sekali terhadap rakyat kecil. 
Sungguh ironi, dimana sebagian negara sedang berkembang memajukan perekonomian dan sektor yang lainnya, Indonesia justeru terpuruk dengan pinjaman hutang luar negeri. Negeri ini digadaikan dengan senang hati berlabel investasi. Seluruh titik sumber daya alam kita, habis-habisan ditawarkan kepemilikannya kepada asing, tanpa rasa malu dan bersalah.
Konstelasi politik yang saat pemilu memanas, kini mulai cair dengan hawa nafsu bagi bagi kursi untuk jatah menteri.   Di mana jargon jargon pemimpin negeri ini selama berkampanye di masa Pemilu hilang sudah tak berbekas.   Slogan kampanye memajukan perekonomian, membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan, menjaga kestabilan harga pangan, membuka lapangan pekerjaan hilang tak berbekas kecuali janji-janji kosong dan setelahnya rakyat ditinggalkan tanpa arti.
Harapan Indonesia 
Harapan kedepan bagi Indonesia adalah, saatnya umat dan penguasa yang sholeh bergerak bersama, peduli dan bekerja agar mampu mengembalikan marwah negeri ini, yaitu dengan aturan yang diridloi Allah SWT, yaitu aturan Islam yang menyeluruh, agar Indonesia menjadi negeri yang berkah, Baldatun thoyyibatun Warobbun Ghofur.[]
*Praktisi Pendidikan

Comment

Rekomendasi untuk Anda