by

Didi Diah, S.Kom*: Narkoba, Perihnya Kepahitan Hidup Merundung Nyawa Sendiri

Didi Diah, S.Kom

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Minggu ini, publik dikejutkan kabar tentang penangkapan pelawak lawas Nunung srimulat bersama suaminya di kediamannya pada Jum’at 19/7/2019 (kompas.com).
Komedian Nunung ditangkap karena penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Miris, kehidupan glamour yang dirasakan oleh para artis tidak serta merta membuat mereka merasa bahagia, acap kali mereka terperosok dalam lingkungan dunia narkoba.

Berita diatas hanyalah satu dari banyaknya kasus narkoba yang ada di Indonesia, bisnis barang haram ini kian marak, dan mengintai setiap orang karena begitu luas dan mudahnya peredaran narkoba di Indonesia. Hingga, tak ayal siapapun bisa mendapatkan barang tersebut.

Narkoba adalah obat terlarang yang diproduksi melalui tumbuhan tertentu yang memiliki manfaat yang digunakan dalam dunia kedokteran namun disalahgunakan untuk kepentingan non medis yang dapat membahayakan perkembangan tubuh hingga menyebabkan kematian. Narkoba memiliki arti singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Terdapat setidaknya 30 jenis macam-macam narkoba yang sudah dikenal di khalayak umum, ke 30 ini antara lain: ganja, sabu, kokein, ekstasi, codein, opium, flakka dan masih banyak lagi jenis dan turunanya.

Dan semua obat-obat itu  begitu berharga bagi para pecandu, karena banyak pengguna obat-obatan ini yang awalnya tergoda merasakan kesenangan sesaat atau sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan secara fisik dan kejiwaan.

Sesungguhnya apa yang dirasakan oleh pengguna atau pecandu narkoba adalah mereka berusaha mencari apa itu bahagia, menjauh dari segala hiruk pikuk dunia.
Namun sayang, bahagia yang mereka cari bukanlah yang sesungguhnya, alih-alih bahagia tapi menjerumuskan diri dalam kubangan keperihan hidup hingga meregang nyawa.

Penyelesaian Tuntas Dari Negara, Adakah?

Sayangnya, Indonesia adalah pasar terbuka bagi peredaran narkoba dari luar negeri. Namun tak kurang mengkhawatirkan, produk-produk narkoba lokal yang diproduksi tidak jauh dari pusat Ibukota.

Begitu banyak cara yang ditempuh oleh para bandar dan agen untuk bisa memasukkan barang haram itu ke Indonesia.

Regulasi dan hukuman pelaku di Indonesia yang terlihat masih ringan memungkinkan para bandar, penikmat juga pengedar narkoba terus berusaha menjalankan peran di pasaran. Segala cara ditempuh, hingga merambah dunia sekolah dengan lihainya. Dan negara belum maksimal menyiapkan hukuman untuk semua pelakunya.

Bahagia Dalam Islam

Kebahagiaan seorang muslim bukanlah banyaknya harta serta kenikmatan dunia, bukan pula ketenaran. Tak dapat dipungkiri jika hal tersebut masih dijadikan tolok ukur manusia untuk berbuat. Akhirnya, banyak keluarga-keluarga muslim tak mampu menyelesaikah masalah hidup mereka sekalipun kenikmatan dunia sudah mereka dapati, namun minim dengan pemahaman agama.

Sejatinya, kebahagiaan sesungguhnya adalah menjadikan Islam sebagai aturan hidup, tolok ukur berbuat seorang muslim adalah halal dan haram, sehingga setiap kali seorang muslim ingin melakukan perbuatan, dia menyadari konsekuensinya, yaitu apakah Allah ridlo dengan apa yang diperbuatnya.

Dan Firman Allah SWT menguatkan kita dalam memaknai bahagia yang sesungguhnya.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qashash : 77). Wallahualam Bishowwab.[]

*Praktisi pendidikan

Comment

Rekomendasi Berita