by

Harga Komoditas Cabai Meroket Petani Cabai Lambar Sumringah

RADARINDONESIANEWS. COM,  LAMPUNG – Petani cabai di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), sejak sebulan terakhir ini terkesan sumringah dengan harga jual komoditas berasa pedas relatif tinggi dari sebelumnya, pasalnya, untuk saat ini petani cabai di wilayah ini yang hanya dapat menjual hasil panennya hanya Rp17 ribu per kg namun kini mecapai Rp60 ribu sehingga mampu meraih pundi-pundi rupiah yang meningkat bagi petani cabai.
Seorang petani cabai di Pekon Hanakau Kecamatan Sukau Lambar Dayat (30) mengaku senang dengan harga cabai yang reltif tinggi penjualannya pada bulan ini mengalami kenaikan.
Sebab, senaikan harga ini, cukup drastis jika dibandingkan dengan harga capai pada musim tanam sebelumnya yang hanya Rp17 ribu per kg.
“Cukup senang, kenaikan harga cabai saat ini menguntungkan. Sebelumnya pernah merasakan kerugian dengan harga jual hanya Rp17 ribu,” kata dia Kamis  18/7/2019).
Naiknya nilai jual pada komoditas tersebut sampai menembus Rp60 ribu perkilogram baru dirasakan saat ini. Sebab dari panen sebelumnya, harga capai sempat jatuh hingga Rp17 per kg dan naik hanya sampai tiga puluh ribu rupiah per kg.
“Saya bersyukur sekali, karena dengan luas lahan kurang dari satu kektare dengan modal yang saya cukup besar, masa panen bisa ketemu harga. Dengan harga saat ini sudah bisa mengembalikan modal dan berlipat ganda, karna sekali petik bisa mendapatkan ratusan Kg, maka dari itu tinggal kalikan saja berapa perkilo harga cabai tersebut,” ucapnya.
Harga cabai yang diterima dari pembeli maupun pedagang yang datang bervairasi. Terkadang, cabai miliknya dibandrol dengan harga Rp50 ribu perkilogram. Namun,  ada juga pengepul yang berani mengambil hasil paninnya dengan harga Rp60 ribu perkilogram..
Kendati demikian, Dayat  menuturkan bahwa untuk perawatan cabai dari masa taman hingga panen bukan hal yang mudah karena memerlukan tenaga ekstra.  Sebab,  cabai tidak seperti tanaman sayur-mayur lainnya. Dari pemberian obat-obatan sampai pembasmi serangga wajib dilakukan.
“Untuk perawatannya sangat lah sulit dan harus rajin di obat karena hama seperti ulat dan lalat buah banyak sekali yang membuat tanaman menjadi rusak dan membuat petani merugi,” katanya. (Ipul)

Comment

Rekomendasi Berita