by

Masih Perlukah Peringatan Itu Untuk Mereka Yang Congkak?

Furqon Bunyamin Husein
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Tahun ini, 2019  – kita akan peringati kembali nilai-nilai juang para pahlawan yang telah mengobarkan dan sekaligus megorbankan jiwa, raga dan segenap harta yang dimiliki demi sebuah kemerdekaan.

Peringatan kemerdekaan Indonesia ke-74 tahun ini tentu menjadi sebuah lembah penilaian terhadap apa dan bagaimana sikap kita terhadap nilai-nilai praktis kebangsaan yang telah kita presentasikan di muka publik.

Menjadi sebuah pertanyaan mendasar bahwa peringatan yang sudah berulang kali hingga memasuki gerbang 74 tahun ini belum memberi pelajaran implementif praktis dalam bersikap di menara dan mercusuar republik ini.

Masih banyak hal-hal naif yang masih berlangsung dan tidak sesuai dengan semangat kemerdekaan yang telah berulang kita selenggarakan. Kepentingan politis yang bermuara egosentrisme individu terkadang lebih harum untuk diarungi tinimbang pesan-pesan yang bernilai juang.

Semangat kemerdekaan yang dilakoni secara ril oleh para pahlawan belum dirasakan bahkan tidak tampak dalam wujudnya yang asli di tengah kehidupan berbangsa. Indonesia masih tercabik dalam konflik dan kepentingan politik. Para veteran dan mantan pejuang tetap hidup dalam kesengsaraan yang dalam. 

Kemerdekaan yang kita rayakan ternyata masih dalam batas ritual yang tidak menyasar pada perubahan signifikan baik terhadap para veteran maupun rakyat Indonesia secara keseluruhan.

74 tahun semestinya menjadi usia yang pantas untuk bangsa ini hidup dalam kenyamanan baik lahir maupun bathin. Lalu, mengapa kita tetap hidup dalam kondisi yang sangat tidak nyaman dalam segi ekonomi, politik dan keamanan?

Kita perlu mengoreksi kembali secara jujur apa dan bagaimana muatan peringatan kemerdekaan itu kita sampaikan kepada generasi ini. Muatan atau cara menyampaikan pesan kita yang tidak mengenai sasaran? Atau memang kita sudah bebal dengan nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan akibat materialisme yang sudah menggila?

Kalaulah demikian, maka sebanyak apapun peringatan kita selenggarakan – bangsa ini akan tenggelam dengan bayang-bayang tanpa ada sedikit manfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Tampaknya, peringatan itu tidak perlu lagi untuk mereka yang congkak, karena sejatinya, tidak ada lagi tersisa semangat nasionalisme dalam dirinya.[]

Comment

Rekomendasi Berita