by

Masyarakat Bangkok Berkumpul Serukan Perdamaian Berkelanjutan

Masyarakat Thailand initiatives Peace walk untuk perdamaian dunia.[Alin Jin/HWPL]
RADARINDONESIANEWS. COM, BANGKOK – Keinginan untuk perdamaian antar sesama warga di Thailand telah meningkat diakibatkan oleh pemboman terorisme yang terjadi pada tanggal 29 Mei di Pattani yang menewaskan 25 korban warga sipil tak berdosa.
Sekitar 2.000 siswa dan warga negara berkumpul untuk menyerukan pembentukan hukum internasional untuk perdamaian.
Acara yang terdiri dari “walk peace”, jalan damai dan kontes lagu perdamaian diadakan di Islamic College Thailand di Bangkok, Admin (15/7/2019) dihadiri oleh mahasiswa, fakultas, dan jurnalis. Untuk menyebarkan budaya perdamaian.
Walk peace, jalan damai itu berlangsung dari Pusat Pemuda Tonburi ke Islamic College Thailand dengan pidato-pidato yang menyerukan perdamaian berkelanjutan yang diamankan dalam kerangka hukum.
Para peserta juga bergabung dengan “Kampanye Surat Perdamaian” yang mengumpulkan suara warga negara masing-masing untuk membentuk hukum perdamaian internasional berdasarkan Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang (DPCW).
Menurut pejabat tuan rumah, surat-surat itu akan dikirimkan kepada para pemimpin Thailand.
10 artikel DPCW dan 38 klausa membahas prinsip-prinsip resolusi konflik dan kerja sama membangunan perdamaian internasional seperti penghormatan terhadap hukum internasional, penyelesaian sengketa damai, dan menyebarkan budaya perdamaian.
Saat ini, surat-surat yang mendukung DPCW yang ditulis oleh sekitar 1,3 juta warga di 193 negara telah dikirim kepada presiden atau perdana menteri mereka dengan harapan akan tanggapan dari para kepala negara masing-masing.
Chollada Suawong, koordinator acara ini, mengatakan, “Saya senang bekerja sama menyelenggarakan acara ini dengan orang-orang dari berbagai latar belakang agama yang dapat membantu mengubah perbedaan menjadi harmoni.”
Dalam pidatonya, Supalak Ganjanakhundee, mantan pemimpin redaksi The Nation, mengatakan, ÔÇťOrang-orang Thailand harus belajar bagaimana membuat resolusi damai seperti pembicaraan damai. Untuk melakukan itu, orang Thailand harus memiliki keyakinan akan perdamaian dan harus menolak segala bentuk kekerasan. Thailand perlu membuat aturan hukum yang kredibel. Ini juga dapat mendukung DPCW yang berarti memerintah dengan hukum yang adil dan sah. “
Acara ini dipandu oleh sebuah LSM perdamaian internasional bernama Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) dan organisasi pemuda yang berafiliasi, International Peace Youth Group.
Acara ini juga menandai Peringatan Tahunan ke-6 Deklarasi Perdamaian Dunia dan “PeaceWalk” yang telah diadakan di sekitar 126 tempat di 77 negara termasuk Myanmar, Australia, Cina, Jerman, India, Afrika Selatan, Filipina, dan Amerika Serikat Amerika.
Untuk mewujudkan dunia tanpa perang dan perdamaian berkelanjutan, HWPL telah melaksanakan inisiatif perdamaiannya seperti hukum internasional untuk perdamaian, pertemuan dialog antaragama, dan pendidikan perdamaian bekerja sama dengan berbagai sektor masyarakat global mulai dari warga negara hingga kepala negara dengan slogan. “Semua orang harus menjadi utusan perdamaian”.[Elin Jin]

Comment

Rekomendasi Berita