by

Muhammad Idris Putra*: Polusi Udara Jakarta, Bukan Salah Teknologi

Muhammad Idris Putra 
RADARINDONESIANEWS. COM – Kondisi udara Jakarta kini sangat memprihatinkan. AirVisual telah mengeluarkan imbauan kepada warga Jakarta untuk mengenakan masker. Warga juga diimbau menghindari olahraga di luar ruangan. Tindakan ini tentu bukan tanpa sebab. Sebagaimana diketahui bahwa data AirVisual menunjukkan air quality index (AQI) DKI Jakarta lebih parah dari hari-hari sebelumnya yaitu mencapai nilai 170.
Hingga pukul 09.30 WIB (25/7/19), AQI di Jakarta menunjukkan nilai sebesar 158. Nilai tersebut menujukkan udara di Jakarta dikategorikan tidak sehat. AQI adalah indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. detik.com (24/7/19).
Pencemaran Udara dan Penyebabnya
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 pasal 1 ayat 12 Pencemaran Lingkungan yaitu pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran yang berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, sisa pertanian, dan peristiwa alam seperti kebakaran hutan, letusan gunung api yang mengeluarkan debu, gas, dan awan panas.
Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1407 tahun 2002 tentang Pedoman Pengendalian Dampak Pencemaran Udara, pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan atau mempengaruhi kesehatan manusia.
Pencemaran udara mulanya ditandai oleh munculnya emisi yang merupakan jumlah polutan yang dikeluarkan ke udara per satuan waktu.
Secara umum,emisi dapat disebabkan dua faktor yaitu proses alam dan aktifitas manusia. Emisi akibat proses alam disebut biogenic emissions, misalnya  munculnya gas metan (CH4) akibat dekomposisi bahan organik oleh bakteri pengurai. Sedangkan emisi yang disebabkan kegiatan manusia disebut anthropogenic emissions. Contohnya hasil pembakaran bahan bakar fosil, pemakaian zat kimia yang disemprotkan ke udara, dan aktifitas lainnya yang berinteraksi langsung dengan udara bebas.
Ancaman Pencemaran udara bagi Manusia
Selain dapat menyebabkan ketidak seimbangan ekologi dan merusak lingkungan, pencemaran udara juga dapat berdampak langsung pada kesehatan manusia. Berikut beberapa penyakit yang umumnya dialami warga kota berpolusi.(CNN)
1. Asma atau Asthmatic bronchiale
Penyakit asma terjadi akibat pencemaran udara. Penyakit yang menyerang secara tiba-tiba itu terjadi karena peradangan paru-paru yang diakibatkan oleh udara tercemar yang dihirup seseorang. Penderita asma biasanya akan mengalami sesak napas, suara berderak saat mengembuskan napas, batuk kering dan perasaan menyempit pada otot dada.
Sebanyak 1,4 juta orang di Jakarta menderita penyakit asma.
2. Bronchopneumonia dan COPD, chronicle obstructive  ulmonary dieses (penyempitan saluran pernapasan).
Bronchopneumonia biasanya dialami oleh anak-anak. Hal ini biasanya terjadi karena virus yang ‘bersembunyi’ dalam polusi udara yang masuk pada saluran pernapasan. Seseorang yang mengalami penyakit itu biasanya akan merasa kesulitan dan nyeri pada saat bernapas, napas yang berbunyi, dan gerakan yang tidak normal di bagian dada. Sebanyak 172.632 jiwa dilaporkan  mengalami penyakit tersebut.
3. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan atas atau ispa menyebabkan seseorang tidak bisa bernapas dengan baik. Biasanya penyakit ini menyerang seseorang mulai dari hidung, tenggorokan dan paru-paru. Buruknya, ISPA dapat menular kepada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. Bahkan, sebanyak 2.731.734 jiwa orang mengalami penyakit tersebut.
4. Paru-paru basah atau pneumonia
Penyakit itu terjadi karena adanya infeksi yang memicu inflamasi pada salah satu atau kedua kantong paru-paru. Biasanya penderita penyakit itu akan mengalami pembengkakan paru-paru yang berisi cairan. Sebanyak 373.935 jiwa pun diprediksi mengalami penyakit paru-paru basah.
Penyakit tersebut diawali dengan gejala demam, batuk dan kesulitan bernapas. Tidak hanya orang dewasa yang dapat terserang paru-paru basah, anak-anak dan lansia pun dapat mengalaminya.
5. Jantung koroner
Siapa sangka jika polusi udara justru berpengaruh pada kesehatan jantung. Sebanyak 1.386.319 jiwa dikatakan memiliki penyakit jantung koroner. Penyakit tersebut biasanya disebabkan karena jantung tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Gejalanya diawali dengan nyeri pada bagian dada.Rasa nyeri dapat semakin parah saat seseorang sedang melakukan aktivitas. Pemicu utamanya didasari oleh pencemaran udara yang terhirup paru-paru.
Polusi udara tidak serta merta terjadi tetapi butuh waktu yang relatif lama. Akan tetapi, jika sudah memasuki siklus maksimal,polusi udara tidak dapat dengan mudah diatasi.
Bukan Salah Teknologi
Dilansir dari kompas.com (15/7/19) Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) merilis analisa Source Apportionment yang menunjukkan bahwa particulate matter (PM) 10 di DKI Jakarta paling banyak dari kendaraan bermotor sebanyak 47 persen. Kemudian disusul dari industri termasuk power plant yang berjumlah 11 persen, domestik 11 persen, debu jalanan 11 persen, pembakaran sampah 5 persen, dan proses konstruksi 4 persen.
Jika kita telaah lebih dalam, keseluruhan data tersebut secara tegas menunjuk teknologi sebagai dalang kerusakan kualitas udara di Ibu kota. Bahkan penyumbang polusi paling kecilpun seperti pembakaran sampah (non organik) dan proses konstruksi masih menjadi integral dari pemanfaatan teknologi.
Kerusakan lingkungan dan perkembangan teknologi tentunya menjadi trade off yang harus terus dijaga keseimbangannya. Sikap bijak manusia dalam menggunakan teknologi tentunya dapat menjadi harapan dalam menyelamatkan lingkungan tanpa meninggalkan teknologi.
Teknologi pada dasarnya diciptakan hanya untuk satu tujuan, yaitu membantu mempermudah kebutuhan hidup manusia. Akan tetapi, perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan wawasan yang baik semakin memperparah keadaan. Bagaimanapun teknologi hanyalah sebuah sarana untuk mencapai tujuan manusia. Dengan semakin majunya teknologi terbukti mampu merubah kualitas hidup penggunanya.
Dalam dunia bisnis, kehadiran teknologi dapat mempermudah penjual untuk selalu up-to-date konten dan perkembangan bisnisnya, mempermudah transaksi, bahkan saat ini industri industri modern tidak lagi membutuhkan gudang penyimpanan produk. Metode bisnis yang diterapkan berbasis custom to order dimana penjual dapat mengakses gambar, fitur, warna dan aksesoris produk yang diinginkan melalui sebuah website. Setelah melakukan order, barulah company mulai melakukan produksi sesuai kebutuhan konsumen sehingga tidak ada lagi tumpukan produk digudang tentu ini merupakan sebuah keuntungan luar biasa bagi industri.
Dari sisi komunikasi, tidak ada seorangpun yang dapat menafikkan bahwa peran teknologi telah membawa manusia tak lagi mengenal jarak dan waktu seperti halnya kemudahan yang ditawarkan teknologi dalam dunia transportasi.
Dalam bidang pemerintahan, masyarakat bisa menegetahui dengan cepat serta melakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah melalui informasi yang tersedia. Seluruh aspek hidup manusia benar-benar mendapatkan manfaat yang begitu besar dengan hadirnya teknologi.
Permasalahan yang kemudian muncul adalah kurangnya wawasan dan lemahnya prinsip hidup para pengguna teknologi ini. Seharusnya merekalah yang mengatur alur tekologi, tetapi sebaliknya hidup mereka digantungkan sepenuhnya pada teknologi.
Penyalahgunaan teknologi diantaranya adalah penggunaan untuk hal yang tidak wajar seperti untuk mengakses konten-konten porno dan hal lain yang dapat merusak pikiran dan arah hidup penggunanya. Bagi umat beragama,  tentu ini menjadi sebuah gambaran jauhnya seseorang dengan sang pencipta.
Sedangkan kurangnya wawasan memunculkan sifat apatisme yang acuh tak acuh terhadap dampak teknologi yang digunakannya. Contoh sederhana adalah penerapan standar baku mutu emisi dan air limbah yang sering kali dianggap sepeleh oleh beberapa industri yang terpaksa harus ditindak oleh kementrian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) karena melanggar.
Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan lingkungan (darat,air dan udara) yang lebih parah,maka edukasi tentang pentingnya lingkungan hidup harus lebih intens dan masif lagi, ada beberapa tindakan sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mencegah polusi udara misalnya dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Sebaiknya tidak menggunakan kendaraan bermotor untuk aktifitas yang masih dapat ditempuh dengan berjalan kaki maupun bersepeda,ini juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak sembarangan membakar sampah plastik dan sejenisnya, tidak menggunduli hutan serta terus melakukan penghijauan demi menjaga kelestarian lingkungan.

Melestarikan Lingkungan dalam Perspektif Islam
Allah Azzaa wa Jalla memberikan manusia karunia berupa bumi yang telah dicukupkan di dalamnya sumber daya alam yang dapat memenuhi segala kebutuhan hidup manusia hingga hari kiamat kelak. Akan tetapi, sifat manusia yang berlebihan dalam mengeksploitasi sumber daya alam demi mendapatkan keuntungan sesaat terkadang mengesampingkan kelestarian lingkungan.  Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman (yang artinya):
“… dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. QS. al-A’rāf (7).
Ayat di atas sangat tegas menganjurkan manusia untuk senantiasa menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah dan juga sebagai salah satu ukuran kadar keimanan seorang hamba. Dalam ayat lain,yakni (QS. Ar-Rum.41).
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” .QS. Ar-Rum.(41).
Melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa kerusakan di bumi adalah akibat tangan manusia yang mempertuhankan hawa nafsu. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, baik kota maupun desa, disebabkan karena perbuatan tangan manusia yang dikendalikan oleh hawa nafsu dan jauh dari tuntunan Allah gariskan. Allah Azza wa Jalla menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan buruk mereka agar kembali ke jalan yang benar.
Perbuatan buruk manusia akan mendatangkan azab sebagaimana azab yang telah menimpa umat-umat terdahulu. Azab itu juga akan datang kepada umat-umat di masa sekarang maupun yang akan datang sebagai sunatullah jika mereka memiliki karakter yang sama. Karena itu, katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada siapa saja yang meragukan hakikat ini, ‘bepergianlah di muka bumi, di mana saja yang bisa kamu jangkau, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu yang dihancurkan akibat perilaku buruk mereka. Itu semua karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah dan menuhankan hawa nafsu. ( Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an).
Mahasuci Allah yang telah mengaruniakan nikmat dengan musibah dan memberikan sebagian hukuman agar manusia kembali sadar.
Hadits-hadits tentang pentingnya melestarikan lingkungan
Hadits Rosulullah SAW tentang melestarikan lingkungan sangat banyak kita jumpai. Diantaranya yaitu:
Hadits pertama.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak seorang pun muslim yang menanam tumbuhan atau bercocok tanam, kemudian buahnya dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak, kecuali yang dimakan itu akan bernilai sedekah untuknya.” (HR. Bukhari no.2321).
Hadits kedua
“Rasulullah SAW bersabda: barangsiapa menghidupkan bumi yang mati maka (bumi) itu menjadi miliknya.” (HR. Tirmidzi).
Hadits ini dapat dipahami bahwa, barang siapa mampu menjadikan tanah gersang tadi menjadi produktif dan menghasilkan manfaat, maka ia berhak mendapatkan hasil bumi itu. Hal tersebut merupakan penghargaan bagi siapa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Berdasarkan ayat dan hadits-hadits yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan ini, setidaknya ada tiga amanah yang Allah berikan untuk manusia.
Pertama, al-i’tibar yaitu manusia dituntut untuk senantiasa memikirkan dan menggali rahasia dibalik ciptaan Allah seraya mengambil pelajaran dari berbagai kejadian dan peristiwa alam. Kedua, al-intifa’ yaitu Allah mempersilahkan umat manusia untuk mengambil manfaat dan menggunakan sumberdaya alam dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan ummat.. Ketiga, al-islah yaitu manusia harus terus menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan kapan dan dimanapun ia berada.
Dalam pandangan islam, tidak hanya melihat perbuatan manusia yang secaa langsung berdampak pada lingkungan. Lebih jauh lagi diterangkan bahwa kekufuran, syirik dan kemaksiatan juga memiliki andil dalam memperparah kerusakan alam. Beberapa bukti kehancuran yang Allah abadikan dalam al qur’an adalah banjir bandang dimasa nabi Nuh Alaihissalam karena kekufuran dan penolakan mereka terhadap dakwah beliau Alaihissallam.
Lalu binasanya kaum Luth Alaihissalam disebabkan kemaksiatan yang mereka lakukan. Ini semua adalah bukti bahwa ketaatan pada hukum-hukum Allah mejadi salah satu kunci bagi keberkahan yang ada di bumi ini. Wallahu A’lam.[]
*Mahasiswa pasca sarjana UGM asal Sultra

Comment

Rekomendasi untuk Anda