by

Nelliya Ummu Zahra*: Memelihara Anak Perempuan

Nelliya Ummu Zahra

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Memiliki anak dalam sebuah rumah tangga merupakan nikmat dari Allah Swt dan kebahagian yang luar biasa bagi orang tua. Kehadiran sang buah hati ditengah-tengah keluarga amatlah dinantikan.

Diberikan anak laki-laki ataupun anak perempuan tidak menjadi masalah. Dengan adanya anak-anak inilah kelak bisa terus melestarikan keturunan.

Namun berbeda pada masa jahiliyah, kelahiran anak perempun menjadi aib bagi orang tuanya.

Umumnya mereka mengharapkan kehadiran anak laki-laki dari pada anak perempuan. Disamping biaya nafkah lebih murah, anak laki-laki juga bisa membantu sang ayah mengais rizki.

Sang ayah bila memiliki anak perempuan. Sebagian mereka tega menguburnya hidup-hidup dan ada yang membiarkan hidup tetapi dalam keadaan rendah dan hina bahkan dijadikan sebagai harta warisan dan bukan termasuk ahli waris.

Allah Swt berfirman:

عَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ (57) وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (59)

“Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl: 57-59).

Kalau pun dia bisa lolos dari penguburan itu, dia hidup dalam keadaan hina. Dia tidak dapat warisan dari kerabatnya, betapa pun banyaknya hartanya dan semelarat apa pun kondisi wanita itu. Masyarakat pada masa itu hanya memberikan warisan pada anak pria. Bahkan ironisnya, wanita itu sendiri malah dijadikan barang warisan yang berpindah tangan.

Keadaan berbeda setelah Islam datang. Dalam Islam anak perempuan dan wanita dimuliakan. Karena kelak mereka adalah calon ibu yang dengannya akan lahir generasi-genarasi selanjutnya.

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631)

مَنْ كَانَتْ لَهُ أُنْثَى فَلَمْ يَئِدْهَا، وَلَمْ يُهِنْهَا، وَلَمْ يُؤْثِرْ وَلَدَهُ عَلَيْهَا، – قَالَ: يَعْنِي الذُّكُورَ – أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ

Siapa yang memiliki anak perempuan, dia tidak membunuhnya dengan dikubur hidup-hidup, tidak menghinanya, dan tidak lebih mengunggulkan anak laki-laki dari pada anak perempuan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga. (HR. Abu Daud 5146, Ahmad 1957 dan didhaifkan Syuaib al-Arnauth).

Hadist diatas selayaknya memberikan kabar gembira kepada para orang tua yang memiliki anak perempuan. Tidak lagi berfikir bahwa anak perempuan adalah aib dan beban dalam hidup.
Sehingga membedakan anak perempuan dan anak laki-laki.
Sungguh Islam agama yang memanusiakan manusia. Islam menghapus segala tradisi, atau kebiasaan yang dilakukan oleh manusia pada zaman jahiliyah yang tidak sesuai dengan syari’at Islam.

Sungguh bergembiralah bagi orang tua yang saat in tengah Allah Swt amanahkan anak-anak perempuan.Wallahu a’lam bishshawab.[]

*Member AMK  jambi

Comment

Rekomendasi untuk Anda