by

Asti Marlanti, S.Pt*:Narkoba Menggurita di Hari Merdeka

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Bulan Agustus adalah bulan yang sakral bagi Indonesia. Betapa tidak, bulan ini adalah bulan penuh perjuangan, bulan kemerdekaan Indonesia.
Ya, Indonesia sudah 74 tahun merdeka dari penjajahan secara fisik. Namun faktanya, Indonesia belum merdeka dari narkoba. Barang haram ini masih beredar luas ke seantero negeri. Ada yang sangat miris terjadi saat menjelang hari ulang tahun kemerdekaannya, Radar Surabaya melaporkan bahwa Tim Satgas Narkoba Polda Jatim melakukan penyelidikan narkoba yang diedarkan ke seluruh Jawa Timur berasal dari Sokobanah, Sampang. Penggerebekan kampung narkoba itu pun dilakukan dan mengamankan 50 kilogram sabu-sabu (SS) dan ratusan butir ekstasi. 
Lantas polisi menemukan barang bukti dari lima bandar di wilayah pantai utara (pantura) Madura itu berasal dari Malaysia untuk diedarkan kembali ke sejumlah wilaya Indonesia (https://www.radarmadura.id/berita-madura/hukum-kriminal
Begitulah realitas negeri ini. Padahal, BNN sudah mempersiapkan anggaran Rp1,5 triliun untuk melaksanakan program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang akan menyasar 34 provinsi. (banten.antaranews.com/3/7/2019)
Sesuatu yang dilematis memang, ketika program pemerintah semakin massif membendung narkoba,  justru kasusnya pun semakin tidak terbendung. Mengapa demikian?
Hal ini karena saat ini kita hidup dalam sistem kapitalisme sekuler. Kapitalisme sendiri adalah paham yang menjadikan materi sebagai tujuan hidup. Kebahagiaan tertinggi adalah ketika bisa mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya. Sementara sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan, sehingga agama dipakai hanya dalam ibadah ritual saja. Adapun jika terkait dengan persoalan dalam masyarakat dan negara, maka agama dikesampingkan.
Selain hal itu, dalam prinsip ekonomi kapitalis, sebuah produk akan terus diproduksi dan dilempar ke pasar, selama masih ada yang menginginkan. Tidak peduli barang tersebut haram atau halal. Selama masih banyak orang yang meminta, maka dianggap sebagai barang bernilai ekonomis tinggi dan menggiurkan para pebisnis kapitalis.
Sementara itu, menjamurnya para pelaku dan pengonsumsi karena mereka menjadikan narkoba sebagai solusi dari permasalahan hidup yang dihadapi. Dalam benak mereka tidak terpikirkan untuk menyelesaiakan persoalan dengan jalan yang benar. Di sisi lain peran negara semakin lemah dalam mengontrol setiap persoalan yang dihadapi oleh seluruh anggota masyarakat. Padahal, Islam sudah menawarkan solusi terkait persoalan ini. Dalam perkara narkoba, persoalan ini masuk dalam perbuatan-perbuatan yang membahayakan akal.  Dan Islam melarang hal tersebut. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Baqarah ayat 195 yang artinya : “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” 
Ketika aturan-aturan Islam diterapkan secara sempurna, maka ayat ini akan menjadi panduan bagi individu, masyarakat dan negara. Individu dengan bekal taqwanya akan senantiasa menghindarkan diri dari segala perbuatan yang akan merusak akal. 
Saat dilanda masalah, maka semua dikembalikan kepada Allah SWT. Masyarakat pun akan mengontrol para individu untuk terikat aturan Allah, sehingga menjadi benteng untuk mencegah penggunaan dan penyalahgunaan narkoba. Lantas peranan negara dalam Islam adalah paling utama, yaitu melakukan upaya pencegahan dan memberikan sanksi yang membuat efek jera dan tidak tebang pilih. 
Dalam penanganan kasus narkoba, negara akan mengelompokkan orang yang memperdagangkan, yang membeli, menjual, meracik, mengedarkan, menyimpan, dan membuka tempat tersembunyi atau terang-terangan untuk memperdagangkankan narkotika. Masing-masing kategori akan berbeda sanksi sesuai kadarnya (kitab Niddzam al Uqubat, karya Abdurrahman al Maliki)
Di sisi lain, pemerintahan Islam akan optimal dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat serta berupaya untuk memenuhi kebutuhannya. Karena mereka sadar betul bahwa jabatan adalah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. 
Oleh karena itu, marilah kembali kepada aturan Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari dalam seluruh sendi kehidupan.Wallahu a’lam bish shawab.[]
*Ibu Rumah Tangga dan Komunitas Muslimah Peduli Generasi

Comment

Rekomendasi Berita