by

Hawilawati,S.Pd*:Enzo Allie Tetaplah Militan Dengan Genggam Erat Ar-Royah

Hawilawati, S.Pd
RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Tak heran di akhir zaman era Mulkan Jabbariyyan ini banyak bermunculan sosok pemuda sholih, cerdas, keren dan militan.
Bahkan mereka tak hanya sekedar   gemar menghafal Qur’an, tetapi juga merindukan Al-Qur’an menjadi asas kehidupan bangsanya.
Mereka ingin turut berkontribusi membela bangsa dan agamanya dari jeratan konspirasi dan makar jahat musuh-musuh negeri Islam, yang saat ini negeri musuh berlagak seperti kawan namun sejatinya adalah lawan, yg siap menikam kekuatan negeri Islam kapan saja.
Wahai bangsa, sungguh kesholihan prajurit dalam Islam tak hanya sekedar performance luarnya saja tapi darah merekapun mendidih ingin mengekspresikan bahwa jiwa militan tak bisa dipisahkan dengan kecintaannya kepada agama tauhid mereka yang sudah menata jasad.
Wahai bangsa, sungguh beruntung kau memiliki pemuda sholih militan, yang sejatinya ia  tak ingin menambah daftar hitam rusaknya tatanan kehidupan bangsanya yang sudah kian sekuler jauh dari agama, ya karena ia sangat mengenal diri, agama dan penciptanya.
Sebut saja sosok pemuda keren yg sedang viral Enzo Zenz Allie (18)
blasteran Perancis dan Indonesia yang lolos seleksi Akmil TNI 2019 itu sangat cepat menangkap pelajaran dan menguasai banyak bahasa asing terutama Prancis dan Inggris, Jepang, Arab, Jerman, Italia. Banyaknya bahasa yang dikuasai karena di pesantren diberikan kesempatan. Ia sedang menjalankan wajib militer menjadi seorang TNI, di mata gurunya, ia remaja yang rajin ibadah yang selalu menghiasi pribadinya, terutama puasa sunah Senin Kamis, juga puasa Daud dan salat tahajud. Bahkan, Enzo kerap bangun lebih dahulu untuk berlatih fisik di lingkungan pesantren.
Sungguh beruntung bangsa yang  memiliki sosok pemuda  dengan pribadi sholih nan cerdas militan yang siap menjadi pembela negaranya.
Namun  sangat miris Kecintaan  Enzo terhadap agamanya dengan membawa bendera Tauhid,  dibully  bagaikan pelaku kejahatan. Bahkan terancam dipecat menjadi seorang prajurit, jika terbukti menjadi simpatisan organisasi Hizbut Thahrir Indonesia ( HTI ).
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meminta taruna akademi militer (Akmil) keturunan Prancis bernama Enzo Zenz Allie langsung diberhentikan jika benar menjadi pendukung gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) (cnnindonesia.com 07/08/19)
Sungguh ironis  jika  bendera tauhid masih saja dikaitkan dengan lambang organisasi HTI yang selama ini selalu dipersekusi aktivitasnya karena dianggap tidak pancasilais. Sungguh pernyataan yang menunjukkan  kebodohan dalam agama.
Perlu diketahui, dunia Barat dan Eropa tahu  bil bendera Tauhid yang bertuliskan syahadatain itu bukanlan milik HTI melainkan milik umat Islam yang suatu saat akan berkibar di setiap markas-markas besar militer di seluruh penjuru negeri Islam yang akan membuat gentar musuh-musuh bangsa.
Perlu diketahui bahwa segala aktivitas yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak lain hanya menyeru kepada kebaikan dan ini adalah  bentuk kasih sayangnya terhadap negeri ini, agar  kembali dalam ketaatan kepada Allah SWT, dan menjaga keamanan, ketentraman, kesejahteraan hanya berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rosul. Agar negeri inipun memiliki wibawa dan sikap tegas kepada negeri-negeri  kapital yang siap memangsa kedaulatan negara.
Ingatlah  bahwa negeri mayoritas berpenduduk Islam ini terbebas secara fisik dari kaum penjajah karena perjuangan besar para ulama dan pejuang Islam.  Darah pemuda islam negeri ini adalah darah pejuang yang siap membela negeri dan negaranya dengan keimanan.
Sungguh seandainya negeri ini dibangun karena keimanan kepada sang Kholiq, keberadaan dirimu akan sengat dijaga wahai Enzo.
Betapa agungnya kekuatan militer dalam Islam,  hanya berjuang karena kecintaan kepada Agama dan Sang Penciptanya, mereka para prajurit (mujahid) sangat layak mendapat dua predikat special dari Allah yaitu kemuliaan hidup dan harumnya darah kematian (syuhada) dan dijamin masuk ke tempat abadi yang tertinggi dan terindah yaitu JannahNya.
Saya seorang ibu yang juga memiliki putra yang kelak akan melewati masa seperti Dik Enzo, akan tetap fokus mempersiapkan mereka menjadi pemuda tangguh, sholih, cerdas dan berjiwa militan yang siap menjadi tentara Allah yang siap mengantarkan jiwa dan raganya menjadi mujahid, hingga hanya ada dua pilihan hidup yaitu hidup mulia atau darahnya harum menjadi syuhada.[]
*Praktisi pendidikan

Comment

Rekomendasi untuk Anda